Minggu, 29 November 2009

Jangan berdo'a Sekehendak Hatimu

Blog arja

Jangan Putus Asa Dalam Berdo'a...

�Janganlah membuatmu putus asa dalam mengulang doa-doa, ketika Allah menunda ijabah doa itu�

Ibnu Athaillah as-Sakandari mengingatkan kepada kita semua agar kita tidak berputus asa dalam berdoa.Mengapa demikian? Karena nafsu manusia seringkali muncul ketika Allah menunda ijabah atau pengabulan doa-doa kita. Dalam kondisi demikian manusia seringkali berputus asa, dan merasa bahwa doanya tidak dikabulkan. Sikap putus asa itu disebabkan karena manusia merasa bahwa apa yang dijalankan melalui doanya itu, akan benar-benar memunculkan pengabulan dan Allah.Tanpa disadari bahwa ijabah itu adalah Hak Allah bukan hak hamba. Dalam situasi keputusasaan itulah hamba Allah cenderung mengabaikan munajatnya sehingga ia kehilangan hudlur (hadir) bersama Allah.

Dalam ulasannya terhadap wacana di atas, Syekh Zaruq menegaskan, bahwa tipikal manusia dalam konteks berdoa ini ada tiga hal:

Pertama, seseorang menuju kepada Tuhannya dengan kepasrahan total, sehingga ia meraih ridha-Nya. Hamba ini senantiasa bergantung dengan-Nya, baik doa itu dikabulkan seketika maupun ditunda. la tidak peduli apakah doa itu akan dikabulkan dalam waktu yang panjang atau lainnya.

Kedua, seseorang tegak di depan pintu-Nya dengan harapan penuh pada janji-Nya dan memandang aturan-Nya. Hamba ini masih kembali pada dirinya sendiri dengan pandangan yang teledor dan syarat-syarat yang tidak terpenuhi, sehingga mengarah pada keputusasaan dalam satu waktu, namun kadang-kadang penuh harapan optimis. Walaupun hasratnya sangat ringan, toh syariatnya menjadi besar dalam hatinya.

Ketiga, seseorang yang berdiri tegak di pintu Allah namun disertai dengan sejumlah cacat jiwa dan kealpaan, dengan hanya menginginkan keinginannya belaka tanpa mengikuti aturan dan hikmah. Orang ini sangat dekat dengan keputusasaan, kadang-kadang terjebak dalam keragu-raguan, kadang-kadang terlempar dijurang kebimbangan. Semoga Allah mengampuninya.

Syekh Abu Muhammad Abdul Aziz al-Mahdawi mengatakan, �Siapa pun yang tidak menyerahkan pilihannya dengan suka rela kepada Allah Ta'ala, maka orang tersebut terkena istidraj (sanjungan yang terhinakan). Orang tersebut termasuk golongan mereka yang disebut oleh Allah: �Penuhilah kebutuhannya, karena Aku benci mendengarkan keluhannya.� Tetapijika seseorang memasrahkan pada pilihan Allah, bukan pilihan dirinya, maka otomatis doanya telah terkabul, walaupun beium terwujud bentuknya. Sebab amal itu sangat tergantung pada saat akhirnya. �

Wacana di atas dilanjutkan:

�Allahlah yang menjamin ijabah doa itu menurut pilihan-Nya padamu, bukan menurut pilihan seleramu, kelak pada waktu yang dikehendaki-Nya, bukan menurut waktu yang engkau kehen-daki.�

Seluruh doa hamba pasti dijamin pengabulannya. Sebagaimana dalam firman Allah :
�Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan bagimu. �

Allah menjamin pengabulan itu melalui janji-Nya. Janji itu jelas bersifat mutlak. Hanya saja dalam ayat tersebut Allah tidak menfirmankan dengan kata-kata, �menurut tuntutanmu, atau menurut waktu yang engkau kehendaki, atau menurut kehendakmu itu sendiri.�

Dalam hadits Rasutullah SAW bersabda: �Tak seorang pun pendoa, melainkan ia berada di antara salah satu dari tiga kelompok ini: Kadang ia dipercepat sesuai dengan permintaannya, atau ditunda (pengka-bulannya) demi pahalanya, atau ia dihindarkan dari keburukan yang menimpanya.� (HR. Imam Ahmad dan AI-Hakim).

Dalam hadits lain disebutkan, �Doa di antara kalian bakal di ijabahi, sepanjang kalian tidak tergesa-gesa, (sampai akhirnya) seseorang mengatakan, �Aku telah berdoa, tapi tidak diijabahi untukku. � (HR. Bukhari-Muslim)

Dalam menafsiri suatu ayat �Telah benar-benar doa kalan berdua di ijabahi� maksudnva baru 40 tahun diijabahi doanya. Menurut Syekh Abul Hasan asy-Syadzili, perihal firman Allah: �Maka hendaknya kalian berdua istiqamah�, maksudnya adalah �tidak tergesa-gesa�. Sedangkan ayat, �Dan janganlah kalian mengikuti jalannya orang-orang yang tidak mengetahui�, maksudnya adalah orang-orang yang menginginkan agar disegerakan ijabah doanya. Bahwa ijabah doa itu diorientasikan pada pilihan Allah, baik dalam bentuk yang riil ataupun waktunya, semata karena tiga hal:

Pertama, karena kasih sayang dan pertolongan Allah pada hamba-Nya. Sebab Allah Maha Murah, Maha Asih dan Maha Mengetahui. Dzat Yang Maha Murah apabila dimohon oleh orang yang memuliakan-Nya, ia akan diberi sesuatu yang lebih utama menurut Kemahatahuan-Nya. Sementara seorang hamba itu pada dasarnya bodoh terhadap mana yang baik dan yang lebih bermashlahat. Terkadang seorang hamba itu mencintai sesuatu padahal sesuatu itu buruk baginya, dan terkadang ia membenci sesuatu padahal yang dibenci itu lebih baik baginya. Inilah yang seharusnya difahami pendoa.

Kedua, bahwa sikap tergantung pada pilihan Allah itu merupakan sikap yang bisa mengabadikan hukum-hukum ubudiyah, di samping lebih mengakolikan wilayah rububiyah. Sebab manakala suatu ijabah doa itu tergantung pada selera hamba dengan segala jaminannya, niscaya doa itu sendiri lebih mengatur Allah. Dan hal demikian suatu tindakan yang salah.

Ketiga, doa itu sendiri adalah ubudiyah. Rahasia doa adalah menunjukkan betapa seorang hamba itu serba kekurangan. Kalau saja ijabah doa itu menurut keinginan pendoanya secara mutlak, tentu bentuk serba kurang itu tidak benar. Dengan demikian pula, rahasia taklif (kewajiban ubudiyah) menjadi keliru, padahal arti dari doa adalah adanya rahasia taklij'itu sendiri. Oleh sebab itu, lbnu Athaillah as-Sakandari menyatakan pada wacana selanjutnya:

�Janganlah membuat dirimu ragu pada janji Allah atas tidak terwujudnya sesuatu yang dijanjikan Allah, walaupun waktunya benar-benar nyata.�

Maksudnya, kita tidak boleh ragu pada janji Allah. Terkadang Allah memperlihatkan kepada kita akan terjadinya sesuatu yang kita inginkan dan pada waktu yang ditentukan. Namun tiba-tiba tidak muncul buktinya. Kenyataan seperti itu jangan sampai membuat kita ragu-ragu kepada janji Allah itu sendiri. Allah mempunyai maksud tersendiri dibalik semua itu, yaitu melanggengkan rububiyah atas ubudiyah hamba-Nya. Syarat-syarat ijabah atasjanji-Nya, terkadang tidak terpenuhi oleh hamba-Nya. Karena itu Allah pun pernah menjanjikan pertolongan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW dalam perang Uhud dan Ahzab serta memenangkan kota Mekkah. Tetapi Allah menutupi syarat-syarat meraih pertolongan itu, yaitu syarat adanya sikap �merasa hina� di hadapan Allah yang bisa menjadi limpahan pertolongan itu sendiri. Sebab Allah berfirnian dalam At-Taubah: �Allah benar-benar menolongmu pada Perang Badar, ketika kamu sekalian merasa hina �.

Kenapa demikian? Sebab sikap meragukan janji Allah itu bisa mengaburkan pandangan hati kita terhadap karunia Allah sendiri. As-Sakandari meneruskan:

�Agar sikap demikian tidak mengaburkan mata hatimu dan meredupkan cahaya rahasia batinmu�.

Bahwa disebut di sana padanya pengaburan mata hati dan peredupan cahaya rahasia batin, karena sikap skeptis terhadap Allah itu, akan menghilangkan tujuan utama dan keleluasaan pandangan pengetahuan dibalik janji Allah itu.

Jangan Putus Asa

Blog arja

Agar Tidak Putus Asa

Putus asa akan menghampiri kita saat kita menempuh perjalanan yang panjang atau mendapatkan kegagalan dari perjalanan-perjalan yang kita tempuh. Bagaimana agar kita tidak putus asa?

Mari kita ibaratkan perjalanan panjang seperti lari marathon. Anda pernah marathon? Yang kita rasakan pada saat kita sedang berlari dalam jarak yang jauh ialah keinginan segera berhenti, minum, dan beristirahat. Lalu mengapa tidak berhenti? Jika Anda berlari atas inisiatif sendiri, kemungkinan Anda berhenti akan lebih besar ketimbang seorang atlit yang sedang berlomba. Mengapa? Karena imbalan yang akan didapat lebih menarik dan lebih jelas. Kalau dia tidak sampai, bukan hanya tidak akan mendapatkan juara, tetapi juga malu. Jadi agar Anda tidak putus asa, maka Anda harus memiliki tujuan yang sangat menggairahkan Anda dan jelas.

Mungkin saja, saat kita berlari, kita tidak ingin untuk berhenti. Tetapi akhirnya berhenti juga karena kita sangat kelelahan. Dengan kata lain energi kita sudah terkuras habis. Seorang atlit tidak akan mudah kelelahan karena dia memiliki energi yang cukup. Energi yang tentu saja didapat dari latihan yang cukup dan makanan yang dikonsumsinya. Begitu juga jika kita tidak ingin cepat putus asa maka kita harus memiliki energi yang cukup. Baik energi dalam arti sebenarnya, maupun energi dalam arti motivasi.

Gagal lagi, gagal lagi, dan gagal lagi. Hal seperti ini pun akan memungkinkan kita putus asa. Anda telah mencoba, Anda telah bersabar, dan Anda telah berusaha, namun kegagalan dan kegagalan yang menemui Anda. Keadaan seperti ini bisa diibaratkan seperti sesorang yang sedang mencari suatu tempat tetapi tidak mengetahui harus lewat mana.

Jika jalan yang Anda ketahui sedikit, maka Anda akan cepat berhenti karena tidak ada jalan lagi yang bisa ditempuh. Tetapi jika Anda mengetahui banyak jalan, maka Anda mencoba jalan yang lainnya sampai menemukan jalan yang benar. Semakin banyak jalan yang Anda ketahui dan energi Anda masih cukup maka kemungkin untuk bergerak terus masih sangat memungkinkan.

Jalan yang dimaksud disini adalah ide. Saat Anda gagal dengan satu ide, maka Anda bisa mencoba ide yang lain. Ide tersebut bisa Anda dapatkan baik dari ide sendiri maupun ide dari orang lain. Agar bisa menghasilkan ide sendiri maka diperlukan kreativitas. Sementara untuk mengetahui ide dari orang lain, maka yang diperlukan adalah menuntut ilmu.

Kamis, 05 November 2009

CORETAN ARJA

Blog arja
Jum'at 6 November 2009

Untuk Kalian, Saudaraku!

Sosok da’I bukanlah orang sembarangan yang bias diorbit sebagaimana bisa mengorbitkan sarjana akademis. Da’I adalah sosok manusia yang memiliki seperangkat hiasan pribadi yang spesifik, memiliki sibghoh Islami dalam segala aspeknya. Berikut ini kita akan paparkan seputar perangkat-perangkat da’i sebagai sosok manusia yang spesifik.

(more…)

Gender: Setara, Sama, Adil?

Kamis, Februari 19th, 2009
Setiap tahun, tepatnya pada tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati kelahiran R.A. Kartini yang menjadi tokoh pelopor emansipasi wanita Indonesia. Dan tahun ini, hari istemewa itu telah berlalu. Adakah sesuatu yang kita dapat sejak hari itu? Adakah sesuatu yang kita dapat sejak pertama kali kita memperingati hari tersebut? Adakah sesuatu yang didapat oleh wanita Indonesia sejak bangsa ini pertama kali memperingati hari itu? Ya, wanita Indonesia memang masih perlu waktu dan usaha lebih banyak lagi untuk mencapai tujuannya. Namun, tahukah kamu, wahai wanita! Apa tujuannya. Jangan-jangan masih banyak yang sekadar ikut-ikutan. “Kami memperjuangkan persamaan gender antara wanita dan laki-laki,” atau “Kesetaraan gender adalah tujuan kami.” Kalau itu yang menjadi jawaban para wanita, terutama wanita muslim yang shalihah, sungguh, penulis menggelengkan kepala penuh heran dan kesedihan.
Selengkapnya

Barat Khawatir Indonesia Pimpin Kemajuan Islam

Kamis, Februari 19th, 2009
Indonesia dinilai memiliki potensi yang cukup baik untuk memimpin kemajuan dunia Islam, jika dilihat dari aspek sumber daya alam, letak yang strategis, manusia yang ulet, kultur kekeluargaan yang cukup tinggi, serta taat dalam menjalankan agama.Prof Dr H Muslim Nasution, MA, dosen pascasarjana UIN Jakarta mengemukakan hal itu pada dialog Membangun Masa Depan Islam Mewujudkan Harmonitas Umat di Bina Graha Pemprovsu Jalan P. Diponegoro Medan, Jumat (1/2). Nasution mengemukakan itu mengutip pernyataan Malik bin Nabi, seorang pemikir Islam asal Aljazair.
Kegiatan yang digelar MUI Sumut bekerjasama dengan Ormas Islam dalam rangka menyambut Tahun Baru 1429 Hijriyah dihadiri Kakanwil Depagsu Drs Syariful Mahya Bandar, MAP, Ketua PW Muhammadiyah Sumut Drs Dalail Ahmad, MA, Ketua Al Washliyah Sumut H Nizar Syarif, Rektor UMSU Bahdin Nur Tanjung, PR III UMSU Agus Sani. Sedang penceramah yang tampil Prof Dr Syahrin Harahap, MA (dosen Pascasarjana IAIN Sumut), Dr Haedar Nasir, MSc (PP Muhammadiyah) dan Dr Hasan Bakti Nasution, MA (Sekretaris MUI Sumut).Menurut Malik bin Nabi, kata Nasution, ada dua benua yang berpotensi memimpin kemajuan Islam dunia masa depan yakni Benua India, dan Negara Melayu atau Asia Tenggara seperti Melayu Malaysia, Thailand, Filipina, Brunai dan Indonesia. Namun, di antara keduanya, yang berpeluang itu adalah Indonesia mengingat jumlah muslim yang terbesar di Asia Tenggara adalah Indonesia.Harapan dunia terhadap Indonesia memimpin kemajuan Islam cukup besar dan selama ini keislaman di Indonesia cukup disegani oleh negara-negara Islam lainnya.Nasution menyatakan, negara Eropa dan Amerika Serikat mengkhawatirkan atas kebangkitan Islam di Indonesia, sehingga mereka menggunakan berbagai cara untuk menghancurkannya antara lain melakukan penjajahan seperti yang dilakukan Belanda dan menumbuhkan berbagai aliran sesat.Berkaitan hal itu negara Eropa dan Amerika senantiasa mengawal kepemimpinan negara-negara OKI jangan sampai jatuh ke Indonesia sebagai orang pertama. Sebab, jika sampai dipegang Indonesia apa yang dikhawatirkan negara-negara itu akan menjadikan kenyataan dan tekanan akan semakin keras terhadap Indonesia.
Selengkapnya

Menuntut Ilmu dalam Islam

Selasa, Februari 17th, 2009

“Ketahuilah bahwa tidak ada di antara kalian satu pun yang dilahirkan dalam keadaan berilmu. Dan sesungguhnya ilmu itu diperoleh dengan jalan belajar. Maka jadikanlah dirimu sebagai orang yang ahli ilmu, atau orang yang menuntutnya, atau orang yang mendengarkannya. Belajarlah kalian karena sesungguhnya kalian tidak tahu kapan ilmu itu dibutuhkan,” kata Ibnu Mas’ud.

Adab Menuntu Ilmu

Berikut adab-adab menuntut ilmu yang bersumber dari kitab al-Manhaj as-Sawi karya al-Allamah al-Habib Zein ibn Ibrahim ibn Semith.

  1. Ikhlas karena Allah swt

    Imam Nawai menulis di dalam muqaddimah kitab Syarh al-Muhadzdzab, “Semestinya seorang pelajar membersihkan hati dari kotoran agar layak menerima ilmu dan menghafalnya dan mendapatkan buahnya.”

    Selengkapnya

Hukum Nun Mati (نْ) atau Tanwin ( ً ٍ ٌ)

Selasa, Februari 17th, 2009
  1. Idzhar (jelas atau tampak); adalah menyatakan bacaan nun mati (نْ) atau tanwin ( ً ٍ ٌ) dengan jelas. Huruf idzhar ada 6 disebut huruf halqi yaitu غ خ ح ع ﻫ أ
  2. Idgham (memasukkan); adalah memasukkan nun mati (نْ) atau tanwin ( ً ٍ ٌ) ke dalam huruf sesudahnya yaitu huruf-huruf idgham.
    • Idgham bighunnah (memasukkan dengan dengung); dengan ditahan selama satu alif atau dua harakat. Huruf-huruf idgham bighunnah adalah ي م ن و
    • Idgham bilaghunnah (memasukkan tanpa dengung); tanpa ditahan. Huruf-huruf idgham bilaghunnah adalah ر ل

    Catatan: Bila nun mati (نْ) atau tanwin ( ً ٍ ٌ) bertemu dengan huruf-huruf idgham pada kata yang berbeda maka harus dibaca idzhar

    Selengkapnya

Hukum Mad

Selasa, Februari 17th, 2009

Mad artinya memanjangkan suara suatu bacaan.

  1. Mad Ashly (asal)/ Thabi’y; terjadi apabila:
    1. Huruf berbaris fathah (ً ) bertemu dengan alif (ا)
    2. Huruf berbaris kasrah (ٍ ) bertemu dengan ya mati (يْ)
    3. Huruf berbaris dhammah (ٌ ) bertemu dengan wau mati (وْ)
  2. Selengkapnya

Rabu, 04 November 2009

Blog arja
Tidak Menyerah Pada Keterbatasan
Jessica Cox bisa mengemudi mobil, berenang, dan mengetik 25 kata per menit. Ia juga pemegang dua ban hitam Tae Kwon-Do (dari dua federasi) dan pintar menari. Ia bisa sekolah, lulus kuliah, dan menerbangkan pesawat. Ia mandiri, cantik, berprestasi, dan menjadi orang yang berguna. Jadi, apa yang tidak dimiliki perempuan muda ini? Dua lengan!
Jessica adalah warga negara Amerika Serikat keturunan Filipina. Usianya 25 tahun. Ia tinggal di Tucson, Arizona.

Untuk diketahui, Jessica dilahirkan tanpa lengan. Orangtuanya tentu terkejut dan sedih dengan keadaannya. Namun mereka tidak putus asa. Mereka bisa menerima keadaan itu dan mengajari anak perempuannya hidup mandiri. Kedua kaki Jessica diajari melakukan banyak hal, antara lain untuk menggantikan fungsi kedua lengannya.

Bagaimana dengan Jessica? Awalnya, ia merasa malu, takut, dan tidak percaya diri. Sebab, keadaan fisiknya berbeda dengan orang lain. Untunglah, ia memiliki keluarga, teman-teman, dan guru yang luar biasa. Mereka menerima keadaannya dan mendukungnya.

"Aku ingat saat pertama kali akan tampil di panggung untuk pertunjukan tari. Aku malu dan khawatir semuanya tidak akan berjalan lancar. Jadi, aku bilang ke guruku, ‘Tolong tempatkan aku di barisan paling belakang'. Guruku berkata, ‘Tidak ada barisan belakang!'" Pertunjukan itu sukses dan Jessica terpacu untuk menjadi seorang penari.

Seorang pilot pesawat tempur yang tergabung dalam aksi amal Wright Flight juga berjasa. Ia menawari Jessica, yang awalnya takut terbang dan ketinggian, untuk belajar menerbangkan pesawat padanya. Awalnya, Jessica menolak. Namun pilot itu terus memaksa dan bilang bahwa Jessica akan menyukai terbang dan berada di atas awan. Akhirnya Jessica menerima tawaran itu dan menganggapnya sebagai salah satu tantangan terbesar dalam hidupnya. Kini Jessica sudah mengantongi lisensi pilot.

Atas semua kesuksesannya yang luar biasa itu, Jessica berkata, "Banyak hal yang tidak bisa dilakukan oleh seorang penyandang cacat. Namun saya tidak pernah mengatakan, ‘Saya tidak bisa'. Jika belum sukses dalam melakukan suatu hal, saya selalu mengatakan, ‘Saya belum berusaha keras!' Saya juga berusaha beradaptasi dengan dunia yang memerlukan dua lengan ini".
Kini, apa target Jessica? "Masih ada banyak hal di daftar keinginan saya. Hmmm... saya ingin bisa mengepang rambut dan memanjat tebing!" Ia juga ingin mengajari banyak hal pada orang-orang yang senasib dengannya. Mereka mungkin merasa kurang percaya diri, namun Jessica selalu menyemangati mereka dengan berkata, "Sayalah bukti bahwa Anda juga bisa melakukan banyak hal!"




Sunday, December 28, 2008

Jessica Cox-Pictures





Jumat, 02 Oktober 2009

kota mekkah

Blog arja

Mekkah


Sesungguhnya, kota Mekkah merupakan suatu kota yang memiliki tempat khusus nan agung, baik dalam agama maupun dalam sejarah, Allah SWT telah memilihnya menjadi tempat dibangunnya Ka'bah;
tempat tinggal ismail AS, dan Ibunya Hajar AS; tempat yang menjadi tujuan para Nabi, rasul dan orang-orang sholeh. Disana juga terdapat Masjidil Haram, masjid dimana setipa orang mendambahkan dan bersusah payah untuk mengunjunginya, serta menjadi kiblat umat islam sepanjang masa. Di Mekkah itu pula, penutup para Nabi dan rasul dilahirkan dan diutus oleh Allah SWT untuk mengemban risalahNya yaitu Muhammad SAW, kekasih dan junjungan kita semua.

Mekkah atau Makkah al-Mukarramah,atau juga dikenal dengan nama Makkah adalah kota utama di Arab Saudi yang merupakan kota tujuan utama kaum muslimin dalam menunaikan ibadah haji. Di sana terdapat bangunan utama Ka'bah yang merupakan patokan arah kiblat untuk shalat kaum muslimin di seluruh dunia serta prosesi Ibadah haji. Keutamaan kota Mekkah selain tempat lahirnya Nabi Muhammad SAW juga terdapat Masjidil Haram dengan Ka'bah di dalamnya.
Dari Abu Dzar Al-Ghifari RA diriwayatkan bahwa dia bertanya kepada Rasulullah SAW, " Wahai Rasulullah, Masjid apakah yang dibangun pertama kali di muka bumi ini ??, Rasulullah menjawab, "Masjidil Haram". Lalu Masjid apa lagi ?? tanyaku kembali. Beliau menjawab " Masjidil Aqsha" . Berapa lama antara keduanya ?? tanyaku lagi, 40 tahun kata Rasulullah.
Menurut Ibnu Qoyyim, yang dimaksud dengan pembangunan Masjidil Aqsha tersebut ialah pembangunan yang dilakukan oleh Nabi Ya'qub ibn Ishak, yang kemudian direnovasi kembali oleh Nabi Sulaiman. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah telah memerintahkan untuk tidak melakukan perjalanan kecuali ke tiga Masjid, yaitu Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha.
Sebagaimana juga dikisahkan oleh Jabir RA bahwa Rasulullah pernah bersabda " Sholat di Masjidku ini (Nabawi) adalah 1000 kali lebih utama daripada sholat di Masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram, karena sholat di Masjidil Haram lebih utama 100.000 kali daripada sholat di Masjid lain, dan sholat di Masjidil Aqsha lebih utama 500 kali daripada sholat di Masjid lain.
Mekkah yang secara geografis terletak diantara 39-40 BT dan 21-22 derajat adalah kota pertama kali ada di bumi ini, karena disinilah manusia pertama Nabi Adam diturunkan dan hidup bersama pasangannya Siti Hawa. Dari sinilah keturunan anak manusia pertama itu berkembang ke segala arah penjuru dunia. Ketika Nabi Adam pertama kali tinggal disini, Beliau minta kepada Allah agar diselamatkan dari godaan iblis yang telah mencelakakannya disurga. Do’a nabi Adam terkabul, kemudian para Malaikat turun ke bumi mengelilingi tempat nabi Adam untuk menjaga agar iblis tidak dapat mencapainya, lantas tempat para Malaikat berjaga itulah yang kemudian menjadi batas Tanah Haram.

KEUTAMAAN-KEUTAMAAN MEKKAH
Diantara keutamaan-keutamaan Mekkah ialah karena Allah SWT telah memilihnya sebagai:
1. Tempat dibangunnya Rumah Allah ( Baitullah )
2. Kota kelahiran dan kenabian Muhammad SAW penutup para Rasul
3. Tempat beribadah para hambaNya serta adanya kewajiban atas mereka untuk mengunjunginya, baik dari jauh maupu dekat
4. Tempat yang dijadikan Allah SWT sebagai Tanah suci yang aman, tidak boleh ada pertumpahan darah
5. Tempat yang mustajab untuk; barangsiapa berdoa didalamnya, maka Allah akan mengabulkannya
6. Tempat yang tidak boleh seorang pun masuk kedalamnya kecuali dengan kerendahan hati, khusyu', dan meninggalkan segala bentuk pekaian dan perhiasan dunia
7. Tempat yang dimaksudkan untuk menghapus dosa-dosa masa lalu
8. Tempat yang Allah mensyariatkan kepada manusia untuk berthawaf
9. Tidak ada di muka bumi ini, suatu tempat yang Allah mewajibkan bagi orang-orang yang mampu
untuk mengunjunginya
10. Tempat yang dilarang oleh Allah untuk menghadap atau membelakanginya pada saat buang hajat
11. Tempat yang Allah memberikan balasan bagi siapa saja yang berniat jahat, walaupun belum
melakukannya, dan barangsiapa melakukan kejahatan maka balasannya akan dilipatgandakan,
sebab melakukan kejahatan di Tanah suci ialah lebih besar dosanya dibandingkan ditempat-tempat lain.
Demikian diantara keutamaan-keutamaan kota Mekkah. Namun sesunguhnya masih terdapat beberapa keutamaan lainya seperti adanya tempat-tempat mustajab; baransiapa berdoa'a didalamnya maka Allah akan mengabulkannya. Keistimewaan lainnya, karena Allah bersumpah dengannya di dalam Al-Qur'an dan larangan masuknya orang-orang kafir untuk masuk didalamnya. Disamping itu, Mekkah ialah kota yang dijaga oleh para Malaikat, sehingga Dajjal pun tidak dapat masuk didalamnya.
MEKKAH DALAM AL-QUR'AN
1. Makkah
"Dan Dialah yang menahan tangan mereka dan (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dan (membinasakan) mereke ditengah kota Mekkah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka") QS Al Fath 48:24
2. Bakkah,
" Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia" QS Al Imran/ 3:96
Ada 4 pendapat mengenai Bakkah,yaitu
- Bagian bumi dimana terdapat Ka'bah
- Sekitar Baitullah
- Masjidil Haram dan Ka'bah karena Makkah ialah nama untuk daerah haram (daerah suci) seluruhnya
- Bakkah atau Makkah sama saja
3. Ummul Qura (Perkampungan Tua)
" Dan ini (Al-quran) adalah kitab yang telah kami turunkan yang diberkahi;membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang disekitarnya" QS Al An'am/6;29 disebut juga dalam surat Al Syura " Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al quran dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekkah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka"
4. Al Balad (Negeri)
"Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata " Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala" QS Ibrahim/14;35
Dalam surat lain disebutkan "Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekkah) dan kamu (Muhammad) bertempat dikota Mekkah ini" QS Al Balad/90;1-2
5. Al Balad al Amin (Negeri yang aman)
"Dan demi kota (Mekkah) ini yang aman" QS At Tiin/95;3. Menurut Ibn Al-Jauzi bahwa orang yang merasa takut pada masa jahiliyah dan pada masa Islam akan aman berada dalam Mekkah dan orang Arab jika mengatakan kepada sesuatu yang dapat memberikan keamanan menyebutnya dengan 'Al amin'

TANAH HARAM, sampai tahun 8H (623M) Mekkah masih boleh ditempati atau dikunjungi oleh orang nasrani, Yahudi, non muslim lainnya. Tetapi karena orang-orang kafir banyak melakukan tindakan munafik, ingkar janji dan memusuhi serta menodai syiar Islam maka pada tahun 9H berdasarkan firman Allah SWT mereka sama sekali dilarang masuk Mekkah. Firman Allah tersebut berbunyi :

Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini (9H)” Q.S. At Taubah ayat 28

KAWASAN TANAH SUCI
Allah telah mensucikan seluruh kawasan sekitar Mekkah, sebagaimana Dia mensucikan kota Mekkah itu sendiri. Yaitu Tanah yang disucikan Allah sejak diciptakannya bumi sampai hari kiamat nanti. Dikisahkan bahwa Jibril AS, memberitahu Nabi Ibrahim tentang batas-batas tanah suci dan menyuruhnya untuk menandainya dengan menancapkan batu. Ibrahim pun melaksanakannya, sehingga pantaslah jika Ibrahim disebut sebagai orang yang pertama yang menandai batas-batas kawasan suci Mekkah, yaitu batas yang memisahkan antara daerah yang suci (Tanah Haram) dengan yang lainnya.
Setelah pembebasan Mekkah (Fath Makkah), Rasulullah SAW mengutus Tamim ibn Asad Al-khaza'i untuk memperbaiki dan memperbarui tanda-tanda batas Tanah suci. Kemudian diteruskan oleh khalifah-khalifah setelahnya dan hingga sampai saat ini terdapat tanda batas Tanah Suci.
Berikut ini batas atau jarak tanah suci diukur dari Masjidil Haram sebagai berikut :
  • Tan'im : 7.5 Km
  • Nakhlah : 13 Km
  • Adlat Laban : 16 Km
  • Ji'ranah : 22 Km
  • Hudaibiyah : 22 Km
  • Arafah : 22 Km
Dari nama batas kawasan tanah suci diatas, ada dua tempat yang sering digunakan untuk mengambil Miqat atau niat ihram umroh adalah Tan'im dan Ji'ranah. Untuk ibadah Haji, jamaah berihram dari tempat tinggal masing-masing. Sementara untuk ibadah Umroh, ihramnya harus mulai dari batas-batas tanah suci sebagaimana tersebut diatas. Dan bagi jamaah tinggal berada di luar Miqat maka ihromnya dari miqat yang dilaluinya yaitu Bier Ali untuk penduduk Madinah, Yalamlam untuk penduduk Yaman termasuk juga Indonesia, Juhfah untuk penduduk Syam dan Qarn al-Manazil untuk penduduk Nejd. Perkembangan kota Mekkah tidak terlepas dari keberadaan Nabi Ismail dan Hajar sebagai penduduk pertama kota ini yang ditempatkan oleh Nabi Ibrahim atas perintah Allah. Pada perkembangannya muncul orang orang Jurhum yang akhirnya tinggal di sana. Pada masa berikutnya kota ini dipimpin oleh Quraisy yang merupakan kabilah atau suku yang utama di Jazirah Arab karena memiliki hak pemeliharaan terhadap Ka'bah. Suku ini terkenal dalam bidang perdagangan bahkan pada pasa itu aktivitas perdagangan mereka dikenal hingga Damaskus, Palestina dan Afrika. Tokoh sebagai kepala kabilah quraisy adalah Qussai bin kilab kakek ke lima Rasulullah SAW. Leluhur Nabi ini bertanggung jawab atas urusan Hijabah (memegang kunci pintu Ka'bah) ; Siqayah (mengawasi mata air zam-zam) ; Rifadah (menyediakan makan bagi tamu Allah); liwa (mengatur panji-panji perang);Qiyadah (memimpin pasukan perang) kemudian kepemimpinan dilanjutkan oleh Abdul Manaf, Hasyim dan Abdul Muthalib. Nabi Muhammad adalah keturunan langsung dari Nabi Ismail serta Qussai.
Pada tahun 671, Nabi Muhammad SAW lahir di kota ini dan tumbuh dewasa. Pertama kali menerima wahyu dari Allah namun ajarannya ditolak kaumnya yang saat itu masih berada dalam kegelapan pemikiran (Jahilliyah) sehingga berpindah ke Madinah. Setelah Madinah berkembang, akhirnya Nabi Muhammad SAW kembali ke Mekkah dalam misi membebaskan kota mekkah tanpa pertumpahan darah yang dikenal dengan (Fathul Makkah).

Pada masa selanjutnya Mekkah berada di bawah administrasi khalifah yang berpusat di Madinah, serta para raja yang saat itu berkuasa di Damaskus (Dinasti Ummayyah), Baghadad (Dinasti Abbasiyah) dan Turki (Usmaniyah) yang ketika itu di bawah Syarif Hussein. Kemudian disatukan di bawah pemerintahan Arab Saudi oleh Abdul Aziz ibnu Saud sampai sekarang yang merupakan pelayan kedua kota suci.

OBJEK ZIARAH DI MEKKAH, objek ziarah di kota Mekkah adalah Jabal Rahmah, Jabal Nur, Gua Hira, Masjid jin, Masjid Mina, Jiranah (tempat miqat nabi setelah perang Hunain), Tan’im (tempat miqat Siti Aisyah), Wadi fatwa (tempat pembibitan kurma, kembang dan sungai), Sumur Zubaidah yang dibangun oleh istri Harun Al Rasyid, dan Hudaibiyah (tempat perjanjian hudaibiyah). Di Mekkah para jamaah bebas berkeliling di masjid jin, Jabal Qubais, Tan’im, Jiranah dll.

Selain Mekkah, kota atau daerah yang digunakan dalam peribadatan haji yakni Mina, Muzdalifah dan Arafah, kemudian terdapat juga kota atau daerah yang digunakan para jemaah haji untuk memulai prosesi haji antara lain Bir Ali yang berada di luar kota Madinah sebagai patokan jamaah yang berasal dari Madinah, serta Qarnul Manazil atau Yalamlam bagi jemaah haji yang masuk dari arah Yaman.

Dilihat dari tata letak benua, jelas bahwa Baitullah yang berada di Mekah benar-benar terletak di tengah-tengah bumi, yang mana jarak dari tiap – tiap benua relative sebanding.Sehingga bila ditinjau dari perjalanan dan perbedaan waktu pada setiap tempat dimanapun keberadaannya dengan waktu Saudi/Mekkah maka orang-orang melakukan sholat fardhu lima waktu akan sambung menyambung seiring dengan perputaran bumi sebagai perhitungan waktu.

SEJARAH DAN KENANGAN Di negeri ini, Mekkah, terdapat banyak kenangan historis yang terukir, sejak zaman Nabi Adam hingga masa Nabi terakhir, Muhammad SAW. Di Negeri ini pula tersimpan kenangantentang Nabi Ibrahim dan putranya Ismail. Di negeri ini, juga terdapat banyak kenangan yang membawa seseorang mulim berinteraksi langsung dengan masa kecil, remaja, masa muda, dan pengangkatan Nabi Muhammad serta dakwah yang beliau jalankan. Di sana, di atas sebuah bukit, terdapat gua Hira yang menjadi saksi turunnya wahyu pertama, sebagi permulaan menyebarnya cahaya Islam ke seantaro dunia, membawa petunjuk bagi segenappenghuni bumi dan menjadi awal perkembangan Islam. Di negeri ini pula, tersimpan kenangan tentang orang-orang hebat di masa permulaan Islam Abu Bakar, yang merupakan represntatif golongan laki-laki dewasa. Sedangkan dari golongan sahaya diwakili oleh Zaid bin Haritsah. Dari golongan anak-anak diwakili Ali bin Abi Thalib, dan dari kalangan wanita adalah Khadijah, serta beribu kenangan tentang pada sahabat lainnya yang hidup di Tanah Mekkah, seperti Bilal dan keluarga Yasir. Tidak bisa dilupakan juga keberanian Abdullah bin Mas'ud, tatkala dia dengan tegarnya memperdengarkan surat Ar-Rahman di hadapan pada pemukan Quraisy. Di kota Mekkah inillah terjadi pergulatan pertama antara yang hak dan yang batil. Bukankah di antara pihak yang batil itu terdapat banyak berhala yang menjadi Tuhannya kaum quraisy ?. Tapi mengapa Hubal akhirnya roboh, begitu juga dengan latta dan Manna yang terguncang dahsyat, dan semuanya tak mampu berbuat apa-apa, kalah telak di hadapan kebenaran ?, itulah bukti keagungan Allah SWT dalam firmanNya :
" Dan Katakanlah : Yang benar telah datang dan yang batil telah leyap. " Sesungguhnya yang batil ituadalah sesuatu yang pasti leyap ( QS. : 81 )"
TEMPAT-TEMPAT BERSEJARAH
1. Maulid Nabi
Yang dimaksud dengan Maulid Nabi Muhammad SAW ialah tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tempat tersebut sekarang telah menjadi perpustakaan umum. Letaknya di sebelah timur halaman Timur Masjidil Haram.
2. Gua Hiro
Terletak di sebelah Timur Laut Masjidil Haram di puncak Jabal Nur. Tingginya dari permukaan laut sekitar 621 m, sedangkan dari permukaan tanah kira-kira 281 m. Untuk mendaki sampai kepuncaknya dibutuhkan waktu kurang lebih satu jam. Disanalah Rasulullah SAW menyendiri dan beribadah sebelum diangkat menjadi Nabi. Di Gua inilah tempat dimana Malaikat Jibril AS datang kepada Nabi SAW dengan membawa wahyu pertama Al-Alaq 1-5 , kemudian Nabi melihat Jibril AS dekat dengan Hira, dan satu gunung tersebut berseru ; " tinggallah di Hira sini..", sebagaimana diriwayatkan di dalam Hadits.
3. Gua Tsur
Terletak di Jabal Tsur, yaitu kira-kira 4 km sebelah selatan Masjidil Haram, tingginya dari permukaan tanah sekitar 458 m. Untuk mendaki sampai ke puncak dan mencapai Gua Tsur diperlukan waktu 1.5 jam. Sejarahnya Gua Tsur yaitu ketika dalam perjalanan Nabi bersama Abu Bakar menuju Madinah (Hijrah) maka Nabi dan Abu Bakar bersembunyi di dalam Gua Tsur agar terhindar dari kejaran kaum kafir Qurais, peristiwa ini diabadikan Allah dalam Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 40 artinya
"Jikalau tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya yaitu ketika orang-orang kafir mengeluarkannya sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, diwaktu dia berkata kepada temannya Janganlah berduka cita, Sesungguhnya Allah bersama kita. Maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya dan membantunya dengan tentera yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang kafir itulah yang rendah.
4. Darul Arqam
Nama rumah yang dinisbatkan kepada al-Arqam ibn Abi Arqam, yaitu sahabat Rasulullah SAW, dan menjadi pusat gerakan dakwah islam secara sembunyi-sembuyi pada permulaan kenabian, dimana orang yang baru masuk islam berkumpul dan melaksanakan sholat didalamnya secara sembunyi-sembunyi pula. Setelah jumlahnya mencapai 40 orang dengan masuknya Umar bin Khatab kedalam islam, maka dakwah islam dilakukan secara terang-terangan.
5. Rumah Siti Khadijah
Inilah rumah dimana Nabi SAW tinggal bersama istrinya, Khadijah, disanalah tempat kelahiran putra-putri Nabi dan tempat wafatnya Khadijah serta tempat turunnya wahyu secara berulang-ulang.
6. Darul Nadwah
Dibangun oleh Qusay bin Kilab sekitar 200 tahun sebelum hijrah. Dinamakan demikian karena disanalah tempat berkumpul dan bermusyawarah kaum Quraisy. Di rumah inilah mereka berkumpul dan membuat rencana untuk menghalangi gerakan dakwah Nabi.
7. Masjid Jin
Masjid jin terletak di sebelah kiri jalan naik ke pekuburan MA.LA, di samping jembatan penyebrangan. Dinamakan demikian karena di sanalah Nabi menulis surat ke Ibn Mas,ud ketika menerima rombongan Jin yang ingin membai'at Nabi yang sebelumnya mereka teleh bertemu dengan Nabi di Nakkhlah dalam perjalananya pulang dari Thaif pada tahun kesepuluh kenabian
8. Masjid Syajarah (Masjid Pohon)
Masjid Syajarah terletak berhadapan dengan Masjid Jin, disebut Masjid Pohon karena nabi memanggil pohon yang terletak di Masjid (sekarang) lalu pohon itu pun tercabut dari bumi untuk memenuhi panggilan Nabi hingga berada didepannya. Kemudian Nabi menyuruhnya kembali pohon itupun kembali . ini merupakan salah satu mu'jizat Nabi untuk membuktikan kebenaran kenabiannya sehingga ketika itu orang -orang kafir masuk Islam.
9. Pemakaman Ma'la
Pemakaman Ma'la termasuk salah satu pemakaman yang bersejarah di Mekkahm Disanalah tempat Siti Khadijah di makamkan, juga para sahabat, tabi'in dan orang-orang sholeh

Senin, 20 Juli 2009

Bom Bunuh Diri

Blog arja

Mengapa orang mau menjadi pengebom bunuh diri?

Bunuh diri (suicide yang berasal dari bahasa Latin sui caedere, yang juga berarti ’bunuh diri’) adalah sebuah tindakan mengakhiri hidup dirinya sendiri. Agama apa pun memandang tindakan itu dosa dan bila dilihat dari kacamata hukum adalah sebuah kejahatan. Akan tetapi, beberapa budaya memandang tindakan itu sebagai cara terhormat untuk keluar dari situasi yang tanpa pengharapan atau memalukan.

Kematian menjadi tujuan utama dari tindakan bunuh diri dan bukan hanya merupakan konsekuensi yang hampir pasti. Karena itu, peledakan bom bunuh diri lebih dipandang sebagai peledakan bom ketimbang bunuh diri. Itulah sebabnya, ada yang menganggap dan bahkan berkeyakinan bahwa aksi bom bunuh diri adalah pengorbanan diri, sebuah kematian suci.

Ada banyak alasan mengapa seseorang memutuskan menjadi pengebom bunuh diri: bisa karena alasan agama, politik, kekecewaan mendalam, kebencian yang teramat sangat, rasa malu, balas dendam, nasionalisme etnik, masalah ekonomi, dan juga karena alasan keuangan. Setiap faktor itu dapat memainkan peran, bergantung pada kultur kelompok dan apa yang diharapkan dari kultur itu.

Misalnya, orang-orang Palestina mau menjadi pengebom bunuh diri karena alasan nasionalistik dan balas dendam. Tindakan mereka adalah bagian dari perjuangan melawan Israel. Bagi kaum perempuan Palestina, merupakan bentuk dari perjuangan untuk bisa berdiri sejajar dengan pria (Barbara Victor, Army of Roses, Inside the World of Palestinian Women Suicide Bombers). Jadi, perjuangan untuk pembebasan Palestina adalah bagian dari perjuangan kaum perempuan untuk memperoleh kebebasan.

Dengan kata lain, tidak ada penjelasan tunggal: mengapa seseorang menjadi pengebom bunuh diri. Setiap pelaku punya alasan berbeda. Yang pasti, mereka merasa menang dengan tewas sebagai pelaku bom bunuh diri. Inilah yang sulit dipahami akal sehat.

Selasa, 30 Juni 2009

Materi ceramah

Blog arja

Tak terasa, Ramadhan telah melangkah ke setengah perjalanan. Hanya Allah dan kita sendiri yang tahu, apakah waktu yang sudah terlewat telah termanfaatkan dengan baik untuk ber-taqarrub kepada Allah, ataukah sia-sia belaka—hanya haus dan lapar saja yang melekat di badan, sementara rahmat dan ampunan Allah jauh dari pelupuk mata.

Rasulullah saw. telah bersabda:
Siapa saja yang berpuasa pada [...]


Bacalah apa yang Telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-Kitab (Alquran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ankabut [29]: 45)
Ayat di atas begitu eksplisit menjelaskan adanya keterkaitan antara shalat dan perilaku [...]


Alhamdulillah, tamu agung dengan membawa berjuta-juta keuntungan itu datang lagi. Tamu agung yang sangat istimewa segera menjelang menghampiri ruh-ruh yang rapuh terobsesi oleh api dunia yang membakar menghauskan.Kedatanganmu kami tunggu wahai syahrul mubarok. Datanglah untuk menghapus dahaga iman dan jiwa kami, datanglah untuk membelenggu kedurjanaan, datanglah untuk menghapus duka nestapa disebsbkan oleh perihnya hati menapaki [...]


Rabu, 10 Juni 2009

Kisah Umar bin Khattab

UMAR BIN KHATTAB


Seorang pemuda yang gagah perkasa berjalan dengan langkah yang mantap mencari Nabi hendak membunuhnya. Ia sangat membenci Nabi, dan agama baru yang dibawanya. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan seseorang yang bernama Naim bin Abdullah yang menanyakan tujuan perjalanannya tersebut. Kemudian diceritakannya niatnya itu. Dengan mengejek, Naim mengatakan agar ia lebih baik memperbaiki urusan rumah tangganya sendiri terlebih dahulu. Seketika itu juga pemuda itu kembali ke rumah dan mendapatkan ipar lelakinya sedang asyik membaca kitab suci Al-Qur'an. Langsung sang ipar dipukul dengan ganas, pukulan yang tidak membuat ipar maupun adiknya meninggalkan agama Islam. Pendirian adik perempuannya yang teguh itu akhirnya justru menentramkan hatinya dan malahan ia memintanya membaca kembali baris-baris Al-Qur'an. Permintaan tersebut dipenuhi dengan senang hati. Kandungan arti dan alunan ayat-ayat Kitabullah ternyata membuat si pemuda itu begitu terpesonanya, sehingga ia bergegas ke rumah Nabi dan langsung memeluk agama Islam. Begitulah pemuda yang bernama Umar bin Khattab, yang sebelum masuk Islam dikenal sebagai musuh Islam yang berbahaya. Dengan rahmat dan hidayah Allah, Islam telah bertambah kekuatannya dengan masuknya seorang pemuda yang gagah perkasa. Ketiga bersaudara itu begitu gembiranya, sehingga mereka secara spontan mengumandangkan "Allahu Akbar" (Allah Maha Besar). Gaungnya bergema di pegunungan di sekitarnya.

Umar masuk agama Islam pada usia 27 tahun. Beliau dilahirkan di Makkah, 40 tahun sebelum hijrah. Silsilahnya berkaitan dengan garis keturunan Nabi pada generasi ke delapan. Moyangnya memegang jabatan duta besar dan leluhurnya adalah pedagang. Ia salah satu dari 17 orang Makkah yang terpelajar ketika kenabian dianugerahkan kepada Muhammad SAW.

Dengan masuknya Umar ke dalam agama Islam, kekuatan kaum Muslimin makin bertambah tangguh. Ia kemudian menjadi penasehat utama Abu Bakar selama masa pemerintahan dua setengah tahun. Ketika Abu Bakar mangkat, ia dipilih menjadi khalifah Islam yang kedua, jabatan yang diembannya dengan sangat hebat selama sepuluh setengah tahun. Ia meninggal pada tahun 644 M, dibunuh selagi menjadi imam sembahyang di masjid Nabi. Pembunuhnya bernama Feroz alias Abu Lu'lu, seorang Majusi yang tidak puas.

Ajaran-ajaran Nabi telah mengubah suku-suku bangsa Arab yang suka berperang menjadi bangsa yang bersatu, dan merupakan suatu revolusi terbesar dalam sejarah manusia. Dalam masa tidak sampai 30 tahun, orang-orang Arab yang suka berkelana telah menjadi tuan sebuah kerajaan terbesar di waktu itu. Prajurit-prajuritnya melanda tiga benua terkenal di dunia, dan dua kerajaan besar Caesar (Romawi) dan Chesroes (Parsi) bertekuk lutut di hadapan pasukan Islam yang perkasa. Nabi telah meninggalkan sekelompok orang yang tidak mementingkan diri, yang telah mengabdikan dirinya kepada satu tujuan, yakni berbakti kepada agama yang baru itu. Salah seorang di antaranya adalah Umar al-Faruq, seorang tokoh besar, di masa perang maupun di waktu damai. Tidak banyak tokoh dalam sejarah manusia yang telah menunjukkan kepintaran dan kebaikan hati yang melebihi Umar, baik sebagai pemimpin tentara di medan perang, maupun dalam mengemban tugas-tugas terhadap rakyat serta dalam hak ketaatan kepada keadilan. Kehebatannya terlihat juga dalam mengkonsolidasikan negeri-negeri yang telah di taklukkan.

Islam sempat dituduh menyebarluaskan dirinya melalui ujung pedang. Tapi riset sejarah modern yang dilakukan kemudian membuktikan bahwa perang yang dilakukan orang Muslim selama kekhalifahan Khulafaurrosyidin adalah untuk mempertahankan diri.

Sejarawan Inggris, Sir William Muir, melalui bukunya yang termasyur, Rise, Decline and Fall of the Caliphate, mencatat bahwa setelah penaklukan Mesopotamia, seorang jenderal Arab bernama Zaid memohon izin Khalifah Umar untuk mengejar tentara Parsi yang melarikan diri ke Khurasan. Keinginan jenderalnya itu ditolak Umar dengan berkata, "Saya ingin agar antara Mesopotamia dan negara-negara di sekitar pegunungan-pegunungan menjadi semacam batas penyekat, sehingga orang-orang Parsi tidak akan mungkin menyerang kita. Demikian pula kita, kita tidak bisa menyerang mereka. Dataran Irak sudah memenuhi keinginan kita. Saya lebih menyukai keselamatan bangsaku dari pada ribuan barang rampasan dan melebarkan wilayah penaklukkan. Muir mengomentarinya demikian: "Pemikiran melakukan misi yang meliputi seluruh dunia masih merupakan suatu embrio, kewajiban untuk memaksakan agama Islam melalui peperangan belum lagi timbul dalam pikiran orang Muslimin."

Umar adalah ahli strategi militer yang besar. Ia mengeluarkan perintah operasi militer secara mendetail. Pernah ketika mengadakan operasi militer untuk menghadapi kejahatan orang-orang Parsi, beliau yang merancang kopmposisi pasukan Muslim, dan mengeluarkan perintah dengan detailnya. Saat beliau menerima khabar hasil pertempurannya beliau ingin segera menyampaikan berita gembira atas kemenangan tentara kaum Muslimin kepada penduduk, lalu Khalifah Umar berpidato di hadapan penduduk Madinah: "Saudara-saudaraku! Aku bukanlah rajamu yang ingin menjadikan Anda budak. Aku adalah hamba Allah dan pengabdi hamba-Nya. Kepadaku telah dipercayakan tanggung jawab yang berat untuk menjalankan pemerintahan khilafah. Adalah tugasku membuat Anda senang dalam segala hal, dan akan menjadi hari nahas bagiku jika timbul keinginan barang sekalipun agar Anda melayaniku. Aku berhasrat mendidik Anda bukan melalui perintah-perintah, tetapi melalui perbuatan."

Pada tahun 634 M, pernah terjadi pertempuran dahsyat antara pasukan Islam dan Romawi di dataran Yarmuk. Pihak Romawi mengerahkan 300.000 tentaranya, sedangkan tentara Muslimin hanya 46.000 orang. Walaupun tidak terlatih dan berperlengkapan buruk, pasukan Muslimin yang bertempur dengan gagah berani akhirnya berhasil mengalahkan tentara Romawi. Sekitar 100.000 orang serdadu Romawi tewas sedangkan di pihak Muslimin tidak lebih dari 3000 orang yang tewas dalam pertempuran itu. Ketika Caesar diberitakan dengan kekalahan di pihaknya, dengan sedih ia berteriak: "Selamat tinggal Syria," dan dia mundur ke Konstantinopel.

Beberapa prajurit yang melarikan diri dari medan pertempuran Yarmuk, mencari perlindungan di antara dinding-dinding benteng kota Yerusalem. Kota dijaga oleh garnisun tentara yang kuat dan mereka mampu bertahan cukup lama. Akhirnya uskup agung Yerusalem mengajak berdamai, tapi menolak menyerah kecuali langsung kepada Khalifah sendiri. Umar mengabulkan permohonan itu, menempuh perjalanan di Jabia tanpa pengawalan dan arak-arakan kebesaran, kecuali ditemani seorang pembantunya. Ketika Umar tiba di hadapan uskup agung dan para pembantunya, Khalifah menuntun untanya yang ditunggangi pembantunya. Para pendeta Kristen lalu sangat kagum dengan sikap rendah hati Khalifah Islam dan penghargaannya pada persamaan martabat antara sesama manusia. Uskup agung dalam kesempatan itu menyerahkan kunci kota suci kepada Khalifah dan kemudian mereka bersama-sama memasuki kota. Ketika ditawari bersembahyang di gereja Kebaktian, Umar menolaknya dengan mengatakan: "Kalau saya berbuat demikian, kaum Muslimin di masa depan akan melanggar perjanjian ini dengan alasan mengikuti contoh saya." Syarat-syarat perdamaian yang adil ditawarkan kepada orang Kristen. Sedangkan kepada orang-orang Yahudi, yang membantu orang Muslimin, hak milik mereka dikembalikan tanpa harus membayar pajak apa pun.

Penaklukan Syria sudah selesai. Seorang sejarawan terkenal mengatakan: "Syria telah tunduk pada tongkat kekuasaan Khalifah, 700 tahun setelah Pompey menurunkan tahta raja terakhir Macedonia. Setelah kekalahannya yang terakhir, orang Romawi mengaku takluk, walaupun mereka masih terus menyerang daerah-daerah Muslimin. Orang Romawi membangun sebuah rintangan yang tidak bisa dilalui, antara daerahnya dan daerah orang Muslim. Mereka juga mengubah sisa tanah luas miliknya di perbatasan Asia menjadi sebuah padang pasir. Semua kota di jalur itu dihancurkan, benteng-benteng dibongkar, dan penduduk dipaksa pindah ke wilayah yang lebih utara. Demikianlah keadaannya apa yang dianggap sebagai perbuatan orang Arab Muslim yang biadab sesungguhnya hasil kebiadaban Byzantium." Namun kebijaksanaan bumi hangus yang sembrono itu ternyata tidak dapat menghalangi gelombang maju pasukan Muslimin. Dipimpin Ayaz yang menjadi panglima, tentara Muslim melewati Tarsus, dan maju sampai ke pantai Laut Hitam.

Menurut sejarawan terkenal, Baladhuri, tentara Islam seharusnya telah mencapai Dataran Debal di Sind. Tapi, kata Thabari, Khalifah menghalangi tentaranya maju lebih ke timur dari Mekran.

Suatu penelitian pernah dilakukan untuk menunjukkan faktor-faktor yang menentukan kemenangan besar operasai militer Muslimin yang diraih dalam waktu yang begitu singkat. Kita ketahui, selama pemerintahan khalifah yang kedua, orang Islam memerintah daerah yang sangat luas. Termasuk di dalamnya Syria, Mesir, Irak, Parsi, Khuzistan, Armenia, Azerbaijan, Kirman, Khurasan, Mekran, dan sebagian Baluchistan. Pernah sekelompok orang Arab yang bersenjata tidak lengkap dan tidak terlatih berhasil menggulingkan dua kerajaan yang paling kuat di dunia. Apa yang memotivasikan mereka? Ternyata, ajaran Nabi SAW. telah menanamkan semangat baru kepada pengikut agama baru itu. Mereka merasa berjuang hanya demi Allah semata. Kebijaksanaan khalifah Islam kedua dalam memilih para jenderalnya dan syarat-syarat yang lunak yang ditawarkan kepada bangsa-bangsa yang ditaklukan telah membantu terciptanya serangkaian kemenangan bagi

kaum Muslimin yang dicapai dalam waktu sangat singkat.

Bila diteliti kitab sejarah Thabari, dapat diketahui bahwa Umar al-Faruq, kendati berada ribuan mil dari medan perang, berhasil menuntun pasukannya dan mengawasi gerakan pasukan musuh. Suatu kelebihan anugerah Allah yang luar biasa. Dalam menaklukan musuhnya, khalifah banyak menekankan pada segi moral, dengan menawarkan syarat-syarat yang lunak, dan memberikan mereka segala macam hak yang bahkan dalam abad modern ini tidak pernah ditawarkan kepada suatu bangsa yang kalah perang. Hal ini sangat membantu memenangkan simpati rakyat, dan itu pada akhirnya membuka jalan bagi konsolidasi administrasi secara efisien. Ia melarang keras tentaranya membunuh orang yang lemah dan menodai kuil serta tempat ibadah lainnya. Sekali suatu perjanjian ditandatangani, ia harus ditaati, yang tersurat maupun yang tersirat.

Berbeda dengan tindakan penindasan dan kebuasan yang dilakukan Alexander, Caesar, Atilla, Ghengiz Khan, dan Hulagu. Penaklukan model Umar bersifat badani dan rohani.

Ketika Alexander menaklukan Sur, sebuah kota di Syria, dia memerintahkan para jenderalnya melakukan pembunuhan massal, dan menggantung seribu warga negara terhormat pada dinding kota. Demikian pula ketika dia menaklukan Astakher, sebuah kota di Parsi, dia memerintahkan memenggal kepala semua laki-laki. Raja lalim seperti Ghengiz Khan, Atilla dan Hulagu bahkan lebih ganas lagi. Tetapi imperium mereka yang luas itu hancur berkeping-keping begitu sang raja meninggal. Sedangkan penaklukan oleh khalifah Islam kedua berbeda sifatnya. Kebijaksanaannya yang arif, dan administrasi yang efisien, membantu mengonsolidasikan kerajaannya sedemikian rupa. Sehingga sampai masa kini pun, setelah melewati lebih dari 1.400 tahun, negara-negara yang ditaklukannya masih berada di tangan orang Muslim. Umar al-Faruk sesungguhnya penakluk terbesar yang pernah dihasilkan sejarah.

Sifat mulia kaum Muslimin umumnya dan Khalifah khususnya, telah memperkuat kepercayaan kaum non Muslim pada janji-janji yang diberikan oleh pihak Muslimin. Suatu ketika, Hurmuz, pemimpin Parsi yang menjadi musuh bebuyutan kaum Muslimin, tertawan di medan perang dan di bawa menghadap Khalifah di Madinah. Ia sadar kepalanya pasti akan dipenggal karena dosanya sebagai pembunuh sekian banyak orang kaum Muslimin. Dia tampaknya merencanakan sesuatu, dan meminta segelas air. Permohonannya dipenuhi, tapi anehnya ia tidak mau minum air yang dihidangkan. Dia rupanya merasa akan dibunuh selagi mereguk minuman, Khalifah meyakinkannya, dia tidak akan dibunuh kecuali jika Hurmuz meminum air tadi. Hurmuz yang cerdik seketika itu juga membuang air itu. Ia lalu berkata, karena dia mendapatkan jaminan dari Khalifah, dia tidak akan minum air itu lagi. Khalifah memegang janjinya. Hurmuz yang terkesan dengan kejujuran Khalifah, akhirnya masuk Islam.

Khalifah Umar pernah berkata, "Kata-kata seorang Muslim biasa sama beratnya dengan ucapan komandannya atau khalifahnya." Demokrasi sejati seperti ini diajarkan dan dilaksanakan selama kekhalifahan ar-rosyidin hampir tidak ada persamaannya dalam sejarah umat manusia. Islam sebagai agama yang demokratis, seperti digariskan Al-Qur'an, dengan tegas meletakkan dasar kehidupan demokrasi dalam kehidupan Muslimin, dan dengan demikian setiap masalah kenegaraan harus dilaksanakan melalui konsultasi dan perundingan. Nabi SAW. sendiri tidak pernah mengambil keputusan penting tanpa melakukan konsultasi. Pohon demokrasi dalam Islam yang ditanam Nabi dan dipelihara oleh Abu Bakar mencapai puncaknya pada jaman Khalifah Umar. Semasa pemerintahan Umar telah dibentuk dua badan penasehat. Badan penasehat yang satu merupakan sidang umum yang diundang bersidang bila negara menghadapi bahaya. Sedang yang satu lagi adalah badan khusus yang terdiri dari orang-orang yang integritasnya tidak diragukan untuk diajak membicarakan hal rutin dan penting. Bahkan masalah pengangkatan dan pemecatan pegawai sipil serta lainnya dapat dibawa ke badan khusus ini, dan keputusannya dipatuhi.

Umar hidup seperti orang biasa dan setiap orang bebas menanyakan tindakan-tindakannya. Suatu ketika ia berkata: "Aku tidak berkuasa apa pun terhadap Baitul Mal (harta umum) selain sebagai petugas penjaga milik yatim piatu. Jika aku kaya, aku mengambil uang sedikit sebagai pemenuh kebutuhan sehari-hari. Saudara-saudaraku sekalian! Aku abdi kalian, kalian harus mengawasi dan menanyakan segala tindakanku. Salah satu hal yang harus diingat, uang rakyat tidak boleh dihambur-hamburkan. Aku harus bekerja di atas prinsip kesejahteraan dan kemakmuran rakyat."

Suatu kali dalam sebuah rapat umum, seseorang berteriak: "O, Umar, takutlah kepada Tuhan." Para hadirin bermaksud membungkam orang itu, tapi Khalifah mencegahnya sambil berkata: "Jika sikap jujur seperti itu tidak ditunjukan oleh rakyat, rakyat menjadi tidak ada artinya. Jika kita tidak mendengarkannya, kita akan seperti mereka." Suatu kebebasan menyampaikan pendapat telah dipraktekan dengan baik.

Ketika berpidato suatu kali di hadapan para gubernur, Khalifah berkata: "Ingatlah, saya mengangkat Anda bukan untuk memerintah rakyat, tapi agar Anda melayani mereka. Anda harus memberi contoh dengan tindakan yang baik sehingga rakyat dapat meneladani Anda."

Pada saat pengangkatannya, seorang gubernur harus menandatangani pernyataan yang mensyaratkan bahwa "Dia harus mengenakan pakaian sederhana, makan roti yang kasar, dan setiap orang yang ingin mengadukan suatu hal bebas menghadapnya setiap saat." Menurut pengarang buku Futuhul-Buldan, di masa itu dibuat sebuah daftar barang bergerak dan tidak bergerak begitu pegawai tinggi yang terpilih diangkat. Daftar itu akan diteliti pada setiap waktu tertentu, dan penguasa tersebut harus mempertanggung-jawabkan terhadap setiap hartanya yang bertambah dengan sangat mencolok. Pada saat musim haji setiap tahunnya, semua pegawai tinggi harus melapor kepada Khalifah. Menurut penulis buku Kitab ul-Kharaj, setiap orang berhak mengadukan kesalahan pejabat negara, yang tertinggi sekalipun, dan pengaduan itu harus dilayani. Bila terbukti bersalah, pejabat tersebut mendapat ganjaran hukuman.

Muhammad bin Muslamah Ansari, seorang yang dikenal berintegritas tinggi, diangkat sebagai penyelidik keliling. Dia mengunjungi berbagai negara dan meneliti pengaduan masyarakat. Sekali waktu, Khalifah menerima pengaduan bahwa Sa'ad bin Abi Waqqash, gubernur Kufah, telah membangun sebuah istana. Seketika itu juga Umar memutus Muhammad Ansari untuk menyaksikan adanya bagian istana yang ternyata menghambat jalan masuk kepemukiman sebagian penduduk Kufah. Bagian istana yang merugikan kepentingan umum itu kemudian dibongkar. Kasus pengaduan lainnya menyebabkan Sa'ad dipecat dari jabatannya.

Seorang sejarawan Eropa menulis dalam The Encyclopedia of Islam: "Peranan Umar sangatlah besar. Pengaturan warganya yang non-Muslim, pembentukan lembaga yang mendaftar orang-orang yang mendapat hak untuk pensiun tentara (divan), pengadaan pusat-pusat militer (amsar) yang dikemudian hari berkembang menjadi kota-kota besar Islam, pembentukan kantor kadi (qazi), semuanya adalah hasil karyanya. Demikian pula seperangkat peraturan, seperti sembahyang tarawih di bulan Ramadhan, keharusan naik haji, hukuman bagi pemabuk, dan hukuman pelemparan dengan batu bagi orang yang berzina."

Khalifah menaruh perhatian yang sangat besar dalam usaha perbaikan keuangan negara, dengan menempatkannya pada kedudukan yang sehat. Ia membentuk "Diwan" (departemen keuangan) yang dipercayakan menjalankan administrasi pendapatan negara.

Pendapatan persemakmuran berasal dari sumber :

Zakat atau pajak yang dikenakan secara bertahap terhadap Muslim yang berharta. Kharaj atau pajak bumi Jizyah atau pajak perseorangan. Dua pajak yang disebut terakhir, yang membuat Islam banyak dicerca oleh sejarawan Barat, sebenarnya pernah berlaku di kerajaan Romawi dan Sasanid (Parsi). Pajak yang dikenakan pada orang non Muslim jauh lebih kecil jumlahnya dari pada yang dibebankan pada kaum Muslimin. Khalifah menetapkan pajak bumi menurut jenis penggunaan tanah yang terkena. Ia menetapkan 4 dirham untuk satu Jarib gandum. Sejumlah 2 dirham dikenakan untuk luas tanah yang sama tapi ditanami gersb (gandum pembuat ragi). Padang rumput dan tanah yang tidak ditanami tidak dipungut pajak. Menurut sumber-sumber sejarah yang dapat dipercaya, pendapatan pajak tahunan di Irak berjumlah 860 juta dirham. Jumlah itu tak pernah terlampaui pada masa setelah wafatnya Umar.

Ia memperkenalkan reform (penataan) yang luas di lapangan pertanian, hal yang bahkan tidak terdapat di negara-negara berkebudayaan tinggi di zaman modern ini. Salah satu dari reform itu ialah penghapusan zamindari (tuan tanah), sehingga pada gilirannya terhapus pula beban buruk yang mencekik petani penggarap. Ketika orang Romawi menaklukkan Syria dan Mesir, mereka menyita tanah petani dan membagi-bagikannya kepada anggota tentara, kaum ningrat, gereja, dan anggota keluarga kerajaan.

Sejarawan Perancis mencatat: "Kebijaksanaan liberal orang Arab dalam menentukan pajak dan mengadakan land reform sangat banyak pengaruhnya terhadap berbagai kemenangan mereka di bidang kemiliteran."

Ia membentuk departemen kesejahteraan rakyat, yang mengawasi pekerjaan pembangunan dan melanjutkan rencana-rencana. Sejarawan terkenal Allamah Maqrizi mengatakan, di Mesir saja lebih dari 20.000 pekerja terus-menerus dipekerjakan sepanjang tahun. Sejumlah kanal di bangun di Khuzistan dan Ahwaz selama masa itu. Sebuah kanal bernama "Nahr Amiril Mukminin," yang menghubungkan Sungai Nil dengan Laut Merah, dibangun untuk menjamin pengangkutan padi secara cepat dari Mesir ke Tanah Suci.

Selama masa pemerintahan Umar diadakan pemisahan antara kekuasaan pengadilan dan kekuasaan eksekutif. Von Hamer mengatakan, "Dahulu hakim diangkat dan sekarang pun masih diangkat. Hakim ush-Shara ialah penguasa yang ditetapkan berdasarkan undang-undang, karena undang-undang menguasai seluruh keputusan pengadilan, dan para gubernur dikuasakan menjalankan keputusan itu. Dengan demikian dengan usianya yang masih sangat muda, Islam telah mengumandangkan dalam kata dan perbuatan, pemisahan antara kekuasaan pengadilan dan kekuasaan eksekutif." Pemisahan seperti itu belum lagi dicapai oleh negara-negara paling maju, sekalipun di zaman modern ini.

Umar sangat tegas dalam penegakan hukum yang tidak memihak dan tidak pandang bulu. Suatu ketika anaknya sendiri yang bernama Abu Syahma, dilaporkan terbiasa meminum khamar. Khalifah memanggilnya menghadap dan ia sendiri yang mendera anak itu sampai meninggal. Cemeti yang dipakai menghukum Abu Syahma ditancapkan di atas kuburan anak itu.

Kebesaran Khalifah Umar juga terlihat dalam perlakuannya yang simpatik terhadap warganya yang non Muslim. Ia mengembalikan tanah-tanah yang dirampas oleh pemerintahan jahiliyah kepada yang berhak yang sebagian besar non Muslim. Ia berdamai dengan orang Kristen Elia yang menyerah. Syarat-syarat perdamaiannya ialah: "Inilah perdamaian yang ditawarkan Umar, hamba Allah, kepada penduduk Elia. Orang-orang non Muslim diizinkan tinggal di gereja-gereja dan rumah-rumah ibadah tidak boleh dihancurkan. Mereka bebas sepenuhnya menjalankan ibadahnya dan tidak dianiaya dengan cara apa pun." Menurut Imam Syafi'i ketika Khalifah mengetahui seorang Muslim membunuh seorang Kristen, ia mengijinkan ahli waris almarhum menuntut balas. Akibatnya, si pembunuh dihukum penggal kepala.

Khalifah Umar juga mengajak orang non Muslim berkonsultasi tentang sejumlah masalah kenegaraan. Menurut pengarang Kitab al-Kharaj, dalam wasiatnya yang terakhir Umar memerintahkan kaum Muslimin menepati sejumlah jaminan yang pernah diberikan kepada non Muslim, melindungi harta dan jiwanya, dengan taruhan jiwa sekalipun. Umar bahkan memaafkan penghianatan mereka, yang dalam sebuah pemerintahan beradab di zaman sekarang pun tidak akan mentolerirnya. Orang Kristen dan Yahudi di Hems bahkan sampai berdoa agar orang Muslimin kembali ke negeri mereka. Khalifah memang membebankan jizyah, yaitu pajak perlindungan bagi kaum non Muslim, tapi pajak itu tidak dikenakan bagi orang non Muslim, yang bergabung dengan tentara Muslimin.

Khalifah sangat memperhatikan rakyatnya, sehingga pada suatu ketika secara diam-diam ia turun berkeliling di malam hari untuk menyaksikan langsung keadaan rakyatnya. Pada suatu malam, ketika sedang berkeliling di luar kota Madinah, di sebuah rumah dilihatnya seorang wanita sedang memasak sesuatu, sedang dua anak perempuan duduk di sampingnya berteriak-teriak minta makan. Perempuan itu, ketika menjawab Khalifah, menjelaskan bahwa anak-anaknya lapar, sedangkan di ceret yang ia jerang tidak ada apa-apa selain air dan beberapa buah batu. Itulah caranya ia menenangkan anak-anaknya agar mereka percaya bahwa makanan sedang disiapkan. Tanpa menunjukan identitasnya, Khalifah bergegas kembali ke Madinah yang berjarak tiga mil. Ia kembali dengan memikul sekarung terigu, memasakkannya sendiri, dan baru merasa puas setelah melihat anak-anak yang malang itu sudah merasa kenyang. Keesokan harinya, ia berkunjung kembali, dan sambil meminta maaf kepada wanita itu ia meninggalkan sejumlah uang sebagai sedekah kepadanya.

Khalifah yang agung itu hidup dengan cara yang sangat sederhana. Tingkat kehidupannya tidak lebih tinggi dari kehidupan orang biasa. Suatu ketika Gubernur Kufah mengunjunginya sewaktu ia sedang makan. Sang gubernur menyaksikan makanannya terdiri dari roti gersh dan minyak zaitun, dan berkata, "Amirul mukminin, terdapat cukup di kerajaan Anda; mengapa Anda tidak makan roti dari gandum?" Dengan agak tersinggung dan nada murung, Khalifah bertanya, "Apakah Anda pikir setiap orang di kerajaanku yang begitu luas bisa mendapatkan gandum?" "Tidak," Jawab gubernur. "Lalu, bagaimana aku dapat makan roti dari gandum? Kecuali bila itu bisa dengan mudah didapat oleh seluruh rakyatku." Tambah Umar.

Dalam kesempatan lain Umar berpidato di hadapan suatu pertemuan. Katanya, "Saudara-saudara, apabila aku menyeleweng, apa yang akan kalian lakukan?" Seorang laki-laki bangkit dan berkata, "Anda akan kami pancung." Umar berkata lagi untuk mengujinya, "Beranikah anda mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan seperti itu kepadaku?" "Ya, berani!" jawab laki-laki tadi. Umar sangat gembira dengan keberanian orang itu dan berkata, "Alhamdulillah, masih ada orang yang seberani itu di negeri kita ini, sehingga bila aku menyeleweng mereka akan memperbaikiku."

Seorang filosof dan penyair Muslim tenar dari India menulis nukilan seperti berikut untuk dia:Jis se jigar-i-lala me thandak ho who shabnam Daryaan ke dil jis se dabel jaen who toofan

Seperti embun yang mendinginkan hati bunga lily, dan bagaikan topan yang menggelagakkan dalamnya sungai.

Sejarawan Kristen Mesir, Jurji Zaidan terhadap prestasi Umar berkomentar: "Pada zamannya, berbagai negara ia taklukkan, barang rampasan kian menumpuk, harta kekayaan raja-raja Parsi dan Romawi mengalir dengan derasnya di hadapan tentaranya, namun dia sendiri menunjukkan kemampuan menahan nafsu serakah, sehingga kesederhanaannya tidak pernah ada yang mampu menandingi. Dia berpidato di hadapan rakyatnya dengan pakaian bertambalkan kulit hewan. Dia mempraktekkan satunya kata dengan perbuatan. Dia mengawasi para gubernur dan jenderalnya dengan cermat dan dengan cermat pula menyelidiki perbuatan mereka. Bahkan Khalid bin Walid yang perkasa pun tidak terkecuali. Dia berlaku adil kepada semua orang, dan bahkan juga bagi orang non-Muslim. Selama masa pemerintahannya, disiplin baja diterapkan secara utuh."
DOA YANG INDAH
Aku meminta kepada Allah untuk menyingkirkan penderitaanku.
Allah menjawab, Tidak.
Itu bukan untuk Kusingkirkan, tetapi agar kau mengalahkannya.

Aku meminta kepada Allah untuk menyempurnakan kecacatanku.
Allah menjawab, Tidak.
Jiwa adalah sempurna, badan hanyalah sementara.

Aku meminta kepada Allah untuk menghadiahkanku kesabaran.
Allah menjawab, Tidak.
Kesabaran adalah hasil dari kesulitan; itu tidak dihadiahkan, itu
harus
dipelajari.

Aku meminta kepada Allah untuk memberiku kebahagiaan.
Allah menjawab, Tidak.
Aku memberimu berkat.Kebahagiaan adalah tergantung padamu.

Aku meminta kepada Allah untuk menjauhkan penderitaan.
Allah menjawab, Tidak.
Penderitaan menjauhkanmu dari perhatian duniawi dan membawamu mendekat
padaKu.

Aku meminta kepada Allah untuk menumbuhkan rohku.
Allah menjawab, Tidak.
Kau harus menumbuhkannya sendiri, tetapi Aku akan memangkas untuk
membuatmu berbuah

Aku meminta kepada Allah segala hal sehingga aku dapat menikmati
hidup.
Allah menjawab, Tidak.
Aku akan memberimu hidup, sehingga kau dapat menikmati segala hal.

Aku meminta kepada Allah membantuku mengasihi orang lain, seperti Ia
mengasihiku.
Allah menjawab.. Ahhh, akhirnya kau mengerti.

HARI INI ADALAH MILIKMU JANGAN SIA-SIAKAN .
Bagi dunia kamu mungkin hanyalah seseorang, Tetapi bagi seseorang kamu
adalah dunianya
God Bless You AllBlog arja

Jumat, 29 Mei 2009

Dakwah

Blog अर्ज

Astaghfirullaahal Azhiim

… angkuh, kafir, dan menyembelih unta mukjizat yang tidak boleh diganggu, maka dilanda dahsyatnya bermacam-macam azab, seperti disebutkan dalam surat Al-A’raaf: 77-79.
Kaum Nabi Nuh as. diazab, ditenggelamkan dengan banjir bandang karena kekafiran mereka, hingga salah seorang anak Nabi Nuh sendiri (bernama Kan’an) pun turut tenggelam karena keinkarannya, seperti disebutkan dalam surat Huud : 41-44.
Kaum Nabi Luth as. terlibat praktek penyimpangan seksual –hubungan sejenis– sehingga …

Hal-hal Yang Merusak Tauhid

… petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”
c) Macam-macam Syirik: Ada dua macam syirik: (a) Syirik besar (b) syirik kecil. Masing-masing dari kedua macam ini mempunyai dua dimensi: zhahir (nampak) dan khafiy (tersembunyi). Marilah kita bahas satu-satu persatu dari kedua macam syirik tersebut.
Pertama, Syirik besar (Asy Syirkul Akbar), yaitu tindakan menyekutukan Allah dengan makhluk-Nya. Dikatakan syirik besar karena dengannya seseorang …

Saatnya Kembali Kepada Allah

Rasanya bangsa Indonesia tidak lepas didera berbagai bencana, sampai hari ini, silih berganti. Belum selesai penanganan musibah yang satu, muncul baru musibah yang sebelumnya tidak pernah kita duga. Sebagaimana dalam iklan banner dakwatuna kita, begitu banyak contoh musibah tersebut.
Hakekat Musibah
Sudah menjadi sunnatullah, bahwa manusia di muka bumi pasti diuji dengan berbagai hal. …

Bercermin Pada Soliditas Sahabat

… sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al-Baqarah: 214)
Ayat ini dan ayat-ayat yang senada dengannya dapat ditemukan pada tiga tempat dalam Al-Qur’an, yaitu surah Ali Imran: 142 yang berbunyi, “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk …

Fitnah Dajjal

Kita sekarang berada di akhir zaman. Kiamat sudah dekat. Salah satu tanda kiamat adalah munculnya Dajjaal. Ada Dajjaal yang sebenarnya sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih, dan ada pula anak buah Dajjaal atau orang-orang yang memiliki karakter seperti Dajjaal. Keduanya senantiasa menimbulkan fitnah, kerusakan, dan penyesatan. Proyek perusakan dan penyesatan mereka, kadang begitu …

Perjalanan Hidup Manusia

Kehidupan manusia merupakan perjalanan panjang, melelahkan, penuh liku-liku, dan melalui tahapan demi tahapan. Berawal dari alam arwah, alam rahim, alam dunia, alam barzakh, sampai pada alam akhirat yang berujung pada tempat persinggahan terakhir bagi manusia, surga atau neraka. Al-Qur’an dan Sunnah telah menceritakan setiap fase dari perjalanan panjang manusia itu.
Al-Qur’an …

Ikhtilaf

… lihat (Shad:26), (Al-Mu’minun:71) dan Al-An’am:116)
Adapun pembagian hawa nafsu bermacam-macam sebagaimana sumbernya juga beragam, namun jika keseluruhannya tertuju dan kembali pada “Hawa nafsu dan kecintaan pribadi” maka hal tersebut akan menumbuhkan banyak kesalahan dan penyimpangan, dan manusia tidak akan terselamatkan darinya sehingga dirinya selalu dihiasi dari menyimpang pada kebenaran dan membawanya pada kesesatan sampai pada akhirnya kebenaran menjadi bathil dan ke …

Sabtu, 23 Mei 2009

Kisah-Kisah Teladan

Archive for the ‘Tokoh Islam’ Category

Shaykh ‘Abdul-’Azeez Ibn ‘Abdullaah Aal ash-Shaykh

Posted by redaksi On 7 May 2009 No Commented

He is the noble Shaykh ‘Abdul-’Azeez Ibn ‘Abdullaah Ibn Muhammad Ibn ‘Abdul-Lateef Aal ash-Shaykh. He was born in Riyadh in 1362 A.H./1941 C.E., and since his birth he suffered from weak eyesight, until he lost his sight altogether in 1381 A.H./1960 C.E.

Abbas bin Abdul Muththalib

Posted by redaksi On 25 April 2009 one Commented

“Hai Nabi, katakanlah kepada tawanan-tawanan yang ada di tanganmu, jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil darimu dan dia akan mengampuni kamu. Dan, Allah Maha Pemgampun lagi Maha Penyayang”. (Q.,s. al-Anfaal : 7)
Menurut beberapa orang ahli tafsir, ayat tersebut diturunkan berkenaan dengan [...]

Shaykh Muhammad Saalih al-Munajid

Posted by redaksi On 13 April 2009 No Commented

He was born on 30/12/1381 AH. He completed his elementary, middle and secondary schooling in Riyaadh, and completed his university studies in al-Dahran, in the Kingdom of Saudi Arabia.

‘Urwah Bin Az-Zubair

Posted by redaksi On 20 March 2009 4 Commented

(Kakinya Dibuntung Dengan Gergaji, Karena Menolak Khamar Dan Bius)
“Barangsiapa ingin melihat seseorang dari ahli Surga, hendaklah ia melihat ‘Urwah bin az-Zubair” (Abdul Malik bin Marwan)
Baru saja matahari sore itu memancarkan sinarnya di Baitul Haram dan mempersilahkan jiwa-jiwa yang bening untuk mengunjungi buminya yang suci tatkala sisa-sisa para sahabat Rasulullah SAW dan para pembesar tabi’in [...]

Abbad Bin Bisyir

Posted by redaksi On 5 March 2009 No Commented

SELALU DISERTAI CAHAYA ALLAH
Ketika Mush’ah bin Umeir tiba di Madinah-sebagai utusan dari Rasulullah shallallahu alaihi wasalam untuk mengajarkan seluk beluk Agama kepada orang-orang Anshar yang telah bai’at kepada Nabi dan membimbing mereka melakukan shalat, maka’Abbad bin Bisyir radhiallahu anhu adalah seorang budiman yang telah dibukakan Allah hatinya untuk menerima kebaikan. la datang menghadiri majlis Mush’ab [...]

Ibnu Taymiyah

Posted by redaksi On 23 October 2008 5 Commented

Taman rindang itu dipenuhi beraneka tanaman. Bunga-bunga mewangi, sementara buah ranum menyembul disela-sela dahannya yang rimbun. Disatu pojok, sebatang tunas tumbuh dan berkembang dengan segarnya. Batangnya kokoh, rantingnya dihiasi pucuk-pucuk daun lebat dengan akar terhujam kebumi. Tunas itu khas. Ia berada ditempat yang khas. Jika fajar menyingsing sinar mentari menerpa pucuk-pucuknya. Ketika siang menjelang ia [...]

Ibnu Katsir

Posted by redaksi On 11 September 2008 one Commented

Nama Lengkap
Nama lengkap beliau adalah Abul Fida’, Imaduddin Ismail bin Umar bin Katsir al-Qurasyi al-Bushrawi ad-Dimasyqi, lebih dikenal dengan nama Ibnu Katsir. Beliau lahir pada tahun 701 H di sebuah desa yang menjadi bagian dari kota Bashra di negeri Syam. Pada usia 4 tahun, ayah beliau meninggal sehingga kemudian Ibnu Katsir diasuh oleh pamannya. Pada [...]

Al Imam Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah

Posted by redaksi On 4 August 2008 2 Commented

Beliau dilahirkan di Samarqand dan dibesarkan di Abi Warda, suatu tempat di daerah Khurasan.
Tidak ada riwayat yang jelas tentang kapan beliau dilahirkan, hanya saja beliau pernah menyatakan usianya waktu itu telah mencapai 80 tahun, dan tidak ada gambaran yang pasti tentang permulaan kehidupan beliau.
Sebagian riwayat ada yang menyebutkan bahwa dulunya beliau adalah seorang penyamun, kemudian [...]

Hidayat Nur Wahid

Posted by redaksi On 19 July 2008 6 Commented

Dr. Haji Muhammad Hidayat Nur Wahid, M.A. (lahir di Klaten, Jawa Tengah pada 8 April 1960) adalah Ketua MPR Indonesia untuk periode 2004-2009 dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera dari 21 Mei 2000 hingga 11 Oktober 2004.
Hidayat Nur Wahid menjadi Ketua MPR RI periode 2004-2009 setelah mengalahkan saingannya — Sucipto - dengan selisih dua angka yang [...]

Habiburrahman El Shirazy

Posted by redaksi On 23 April 2008 33 Commented

Habiburrahman el-Shirazy (lahir di Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 30 September 1976) adalah sarjana Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir dikenal sebagai dai, novelis, dan penyair. Karya-karyanya banyak diminati tak hanya di Indonesia, tapi juga negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Brunei. Karya-karya fiksinya dinilai dapat membangun jiwa dan menumbuhkan semangat berprestasi pembaca. Diantara karya-karyanya yang telah beredar [...]

Yusuf Al Qardhawi

Posted by redaksi On 23 June 2007 2 Commented

Lahir di sebuah desa kecil di Mesir bernama Shafth Turaab di tengah Delta pada 9 September 1926. Usia 10 tahun, ia sudah hafal al-Qur’an. Menamatkan pendidikan di Ma’had Thantha dan Ma’had Tsanawi, Qardhawi terus melanjutkan ke Universitas al-Azhar, Fakultas Ushuluddin. Dan lulus tahun 1952. Tapi gelar doktornya baru dia peroleh pada tahun 1972 dengan disertasi [...]

Abah Anom Suryalaya

Posted by redaksi On 23 June 2007 64 Commented

Pendiri Pesantren Inabah, Suryalaya
Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin adalah nama asli Abah Anom. Lahir 1 Januari 1915 di Suryalaya, Tasikmalaya. Ia anak kelima dari Syekh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad, atau Abah Sepuh, pendiri Pesantren Suryalaya. Sebuah pesantren tasawuf yang khusus mengajarkan Thariqat Qadiriyyah Naqsabandiyah (TQN).

Sayyid Muhammad ibn Alawi Al Maliki (1365-1425 H / 2004 M)

Posted by redaksi On 23 June 2007 10 Commented

Sayyid Prof. Dr. Muhammad ibn Sayyid ‘Alawi ibn Sayyid ‘Abbas ibn Sayyid ‘Abdul ‘Aziz al-Maliki al-Hasani al-Makki al-Asy’ari asy-Syadzili lahir di Makkah pada tahun 1365 H. Pendidikan pertamanya adalah Madrasah Al-Falah, Makkah, dimana ayah beliau Sayyid Alawi bin Abbas al Maliki sebagai guru agama di sekolah tersebut yang juga merangkap sebagai pengajar di halaqah [...]

Habib Zain bin Abdullah Al Aidrus (1289 - 1399 H)

Posted by redaksi On 23 June 2007 2 Commented

Kelahiran dan masa kecil beliau Habib Zain bin Abdullah Al-Aidrus, beliau dilahirkan di daerah As-Suweiry (dekat kota Tarim), Hadramaut, pada tahun 1289 H. Ayah beliau Al-Habib Abdullah, berasal dari kota Tarim, dan kemudian berhijrah ke kota As-Suweiry dengan beberapa teman beliau atas perintah Al-Imam Al-Habib Thahir bin Husin Bin Thahir Ba’alawy untuk mengawasi gencatan senjata [...]