| Jangan Putus Asa Dalam Berdo'a... |
| �Janganlah membuatmu putus asa dalam mengulang doa-doa, ketika Allah menunda ijabah doa itu� Ibnu Athaillah as-Sakandari mengingatkan kepada kita semua agar kita tidak berputus asa dalam berdoa.Mengapa demikian? Karena nafsu manusia seringkali muncul ketika Allah menunda ijabah atau pengabulan doa-doa kita. Dalam kondisi demikian manusia seringkali berputus asa, dan merasa bahwa doanya tidak dikabulkan. Sikap putus asa itu disebabkan karena manusia merasa bahwa apa yang dijalankan melalui doanya itu, akan benar-benar memunculkan pengabulan dan Allah.Tanpa disadari bahwa ijabah itu adalah Hak Allah bukan hak hamba. Dalam situasi keputusasaan itulah hamba Allah cenderung mengabaikan munajatnya sehingga ia kehilangan hudlur (hadir) bersama Allah. Dalam ulasannya terhadap wacana di atas, Syekh Zaruq menegaskan, bahwa tipikal manusia dalam konteks berdoa ini ada tiga hal: Pertama, seseorang menuju kepada Tuhannya dengan kepasrahan total, sehingga ia meraih ridha-Nya. Hamba ini senantiasa bergantung dengan-Nya, baik doa itu dikabulkan seketika maupun ditunda. la tidak peduli apakah doa itu akan dikabulkan dalam waktu yang panjang atau lainnya. Kedua, seseorang tegak di depan pintu-Nya dengan harapan penuh pada janji-Nya dan memandang aturan-Nya. Hamba ini masih kembali pada dirinya sendiri dengan pandangan yang teledor dan syarat-syarat yang tidak terpenuhi, sehingga mengarah pada keputusasaan dalam satu waktu, namun kadang-kadang penuh harapan optimis. Walaupun hasratnya sangat ringan, toh syariatnya menjadi besar dalam hatinya. Ketiga, seseorang yang berdiri tegak di pintu Allah namun disertai dengan sejumlah cacat jiwa dan kealpaan, dengan hanya menginginkan keinginannya belaka tanpa mengikuti aturan dan hikmah. Orang ini sangat dekat dengan keputusasaan, kadang-kadang terjebak dalam keragu-raguan, kadang-kadang terlempar dijurang kebimbangan. Semoga Allah mengampuninya. Syekh Abu Muhammad Abdul Aziz al-Mahdawi mengatakan, �Siapa pun yang tidak menyerahkan pilihannya dengan suka rela kepada Allah Ta'ala, maka orang tersebut terkena istidraj (sanjungan yang terhinakan). Orang tersebut termasuk golongan mereka yang disebut oleh Allah: �Penuhilah kebutuhannya, karena Aku benci mendengarkan keluhannya.� Tetapijika seseorang memasrahkan pada pilihan Allah, bukan pilihan dirinya, maka otomatis doanya telah terkabul, walaupun beium terwujud bentuknya. Sebab amal itu sangat tergantung pada saat akhirnya. � Wacana di atas dilanjutkan: �Allahlah yang menjamin ijabah doa itu menurut pilihan-Nya padamu, bukan menurut pilihan seleramu, kelak pada waktu yang dikehendaki-Nya, bukan menurut waktu yang engkau kehen-daki.� Seluruh doa hamba pasti dijamin pengabulannya. Sebagaimana dalam firman Allah : �Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan bagimu. � Allah menjamin pengabulan itu melalui janji-Nya. Janji itu jelas bersifat mutlak. Hanya saja dalam ayat tersebut Allah tidak menfirmankan dengan kata-kata, �menurut tuntutanmu, atau menurut waktu yang engkau kehendaki, atau menurut kehendakmu itu sendiri.� Dalam hadits Rasutullah SAW bersabda: �Tak seorang pun pendoa, melainkan ia berada di antara salah satu dari tiga kelompok ini: Kadang ia dipercepat sesuai dengan permintaannya, atau ditunda (pengka-bulannya) demi pahalanya, atau ia dihindarkan dari keburukan yang menimpanya.� (HR. Imam Ahmad dan AI-Hakim). Dalam hadits lain disebutkan, �Doa di antara kalian bakal di ijabahi, sepanjang kalian tidak tergesa-gesa, (sampai akhirnya) seseorang mengatakan, �Aku telah berdoa, tapi tidak diijabahi untukku. � (HR. Bukhari-Muslim) Dalam menafsiri suatu ayat �Telah benar-benar doa kalan berdua di ijabahi� maksudnva baru 40 tahun diijabahi doanya. Menurut Syekh Abul Hasan asy-Syadzili, perihal firman Allah: �Maka hendaknya kalian berdua istiqamah�, maksudnya adalah �tidak tergesa-gesa�. Sedangkan ayat, �Dan janganlah kalian mengikuti jalannya orang-orang yang tidak mengetahui�, maksudnya adalah orang-orang yang menginginkan agar disegerakan ijabah doanya. Bahwa ijabah doa itu diorientasikan pada pilihan Allah, baik dalam bentuk yang riil ataupun waktunya, semata karena tiga hal: Pertama, karena kasih sayang dan pertolongan Allah pada hamba-Nya. Sebab Allah Maha Murah, Maha Asih dan Maha Mengetahui. Dzat Yang Maha Murah apabila dimohon oleh orang yang memuliakan-Nya, ia akan diberi sesuatu yang lebih utama menurut Kemahatahuan-Nya. Sementara seorang hamba itu pada dasarnya bodoh terhadap mana yang baik dan yang lebih bermashlahat. Terkadang seorang hamba itu mencintai sesuatu padahal sesuatu itu buruk baginya, dan terkadang ia membenci sesuatu padahal yang dibenci itu lebih baik baginya. Inilah yang seharusnya difahami pendoa. Kedua, bahwa sikap tergantung pada pilihan Allah itu merupakan sikap yang bisa mengabadikan hukum-hukum ubudiyah, di samping lebih mengakolikan wilayah rububiyah. Sebab manakala suatu ijabah doa itu tergantung pada selera hamba dengan segala jaminannya, niscaya doa itu sendiri lebih mengatur Allah. Dan hal demikian suatu tindakan yang salah. Ketiga, doa itu sendiri adalah ubudiyah. Rahasia doa adalah menunjukkan betapa seorang hamba itu serba kekurangan. Kalau saja ijabah doa itu menurut keinginan pendoanya secara mutlak, tentu bentuk serba kurang itu tidak benar. Dengan demikian pula, rahasia taklif (kewajiban ubudiyah) menjadi keliru, padahal arti dari doa adalah adanya rahasia taklij'itu sendiri. Oleh sebab itu, lbnu Athaillah as-Sakandari menyatakan pada wacana selanjutnya: �Janganlah membuat dirimu ragu pada janji Allah atas tidak terwujudnya sesuatu yang dijanjikan Allah, walaupun waktunya benar-benar nyata.� Maksudnya, kita tidak boleh ragu pada janji Allah. Terkadang Allah memperlihatkan kepada kita akan terjadinya sesuatu yang kita inginkan dan pada waktu yang ditentukan. Namun tiba-tiba tidak muncul buktinya. Kenyataan seperti itu jangan sampai membuat kita ragu-ragu kepada janji Allah itu sendiri. Allah mempunyai maksud tersendiri dibalik semua itu, yaitu melanggengkan rububiyah atas ubudiyah hamba-Nya. Syarat-syarat ijabah atasjanji-Nya, terkadang tidak terpenuhi oleh hamba-Nya. Karena itu Allah pun pernah menjanjikan pertolongan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW dalam perang Uhud dan Ahzab serta memenangkan kota Mekkah. Tetapi Allah menutupi syarat-syarat meraih pertolongan itu, yaitu syarat adanya sikap �merasa hina� di hadapan Allah yang bisa menjadi limpahan pertolongan itu sendiri. Sebab Allah berfirnian dalam At-Taubah: �Allah benar-benar menolongmu pada Perang Badar, ketika kamu sekalian merasa hina �. Kenapa demikian? Sebab sikap meragukan janji Allah itu bisa mengaburkan pandangan hati kita terhadap karunia Allah sendiri. As-Sakandari meneruskan: �Agar sikap demikian tidak mengaburkan mata hatimu dan meredupkan cahaya rahasia batinmu�. Bahwa disebut di sana padanya pengaburan mata hati dan peredupan cahaya rahasia batin, karena sikap skeptis terhadap Allah itu, akan menghilangkan tujuan utama dan keleluasaan pandangan pengetahuan dibalik janji Allah itu. |
"Barangsiapa menginginkan dunia, harus dengan ilmu, barang siapa yang menginginkan akhirat juga harus dengan ilmu, dan barangsiapa yang ingin kedua-duanya pun harus dengan ilmu"
Minggu, 29 November 2009
Jangan berdo'a Sekehendak Hatimu
Jangan Putus Asa
Agar Tidak Putus Asa
Putus asa akan menghampiri kita saat kita menempuh perjalanan yang panjang atau mendapatkan kegagalan dari perjalanan-perjalan yang kita tempuh. Bagaimana agar kita tidak putus asa?
Mari kita ibaratkan perjalanan panjang seperti lari marathon. Anda pernah marathon? Yang kita rasakan pada saat kita sedang berlari dalam jarak yang jauh ialah keinginan segera berhenti, minum, dan beristirahat. Lalu mengapa tidak berhenti? Jika Anda berlari atas inisiatif sendiri, kemungkinan Anda berhenti akan lebih besar ketimbang seorang atlit yang sedang berlomba. Mengapa? Karena imbalan yang akan didapat lebih menarik dan lebih jelas. Kalau dia tidak sampai, bukan hanya tidak akan mendapatkan juara, tetapi juga malu. Jadi agar Anda tidak putus asa, maka Anda harus memiliki tujuan yang sangat menggairahkan Anda dan jelas.
Mungkin saja, saat kita berlari, kita tidak ingin untuk berhenti. Tetapi akhirnya berhenti juga karena kita sangat kelelahan. Dengan kata lain energi kita sudah terkuras habis. Seorang atlit tidak akan mudah kelelahan karena dia memiliki energi yang cukup. Energi yang tentu saja didapat dari latihan yang cukup dan makanan yang dikonsumsinya. Begitu juga jika kita tidak ingin cepat putus asa maka kita harus memiliki energi yang cukup. Baik energi dalam arti sebenarnya, maupun energi dalam arti motivasi.
Gagal lagi, gagal lagi, dan gagal lagi. Hal seperti ini pun akan memungkinkan kita putus asa. Anda telah mencoba, Anda telah bersabar, dan Anda telah berusaha, namun kegagalan dan kegagalan yang menemui Anda. Keadaan seperti ini bisa diibaratkan seperti sesorang yang sedang mencari suatu tempat tetapi tidak mengetahui harus lewat mana.
Jika jalan yang Anda ketahui sedikit, maka Anda akan cepat berhenti karena tidak ada jalan lagi yang bisa ditempuh. Tetapi jika Anda mengetahui banyak jalan, maka Anda mencoba jalan yang lainnya sampai menemukan jalan yang benar. Semakin banyak jalan yang Anda ketahui dan energi Anda masih cukup maka kemungkin untuk bergerak terus masih sangat memungkinkan.
Jalan yang dimaksud disini adalah ide. Saat Anda gagal dengan satu ide, maka Anda bisa mencoba ide yang lain. Ide tersebut bisa Anda dapatkan baik dari ide sendiri maupun ide dari orang lain. Agar bisa menghasilkan ide sendiri maka diperlukan kreativitas. Sementara untuk mengetahui ide dari orang lain, maka yang diperlukan adalah menuntut ilmu.
Kamis, 05 November 2009
CORETAN ARJA
Jum'at 6 November 2009
Untuk Kalian, Saudaraku!
Sosok da’I bukanlah orang sembarangan yang bias diorbit sebagaimana bisa mengorbitkan sarjana akademis. Da’I adalah sosok manusia yang memiliki seperangkat hiasan pribadi yang spesifik, memiliki sibghoh Islami dalam segala aspeknya. Berikut ini kita akan paparkan seputar perangkat-perangkat da’i sebagai sosok manusia yang spesifik.
Tags: da'i, dakwah
Diposting pada dakwah | Tidak ada komentar »
Gender: Setara, Sama, Adil?
Kamis, Februari 19th, 2009Selengkapnya
Tags: Gender, Islam
Diposting pada Gender, Wanita | 1 Komentar »
Barat Khawatir Indonesia Pimpin Kemajuan Islam
Kamis, Februari 19th, 2009Kegiatan yang digelar MUI Sumut bekerjasama dengan Ormas Islam dalam rangka menyambut Tahun Baru 1429 Hijriyah dihadiri Kakanwil Depagsu Drs Syariful Mahya Bandar, MAP, Ketua PW Muhammadiyah Sumut Drs Dalail Ahmad, MA, Ketua Al Washliyah Sumut H Nizar Syarif, Rektor UMSU Bahdin Nur Tanjung, PR III UMSU Agus Sani. Sedang penceramah yang tampil Prof Dr Syahrin Harahap, MA (dosen Pascasarjana IAIN Sumut), Dr Haedar Nasir, MSc (PP Muhammadiyah) dan Dr Hasan Bakti Nasution, MA (Sekretaris MUI Sumut).Menurut Malik bin Nabi, kata Nasution, ada dua benua yang berpotensi memimpin kemajuan Islam dunia masa depan yakni Benua India, dan Negara Melayu atau Asia Tenggara seperti Melayu Malaysia, Thailand, Filipina, Brunai dan Indonesia. Namun, di antara keduanya, yang berpeluang itu adalah Indonesia mengingat jumlah muslim yang terbesar di Asia Tenggara adalah Indonesia.Harapan dunia terhadap Indonesia memimpin kemajuan Islam cukup besar dan selama ini keislaman di Indonesia cukup disegani oleh negara-negara Islam lainnya.Nasution menyatakan, negara Eropa dan Amerika Serikat mengkhawatirkan atas kebangkitan Islam di Indonesia, sehingga mereka menggunakan berbagai cara untuk menghancurkannya antara lain melakukan penjajahan seperti yang dilakukan Belanda dan menumbuhkan berbagai aliran sesat.Berkaitan hal itu negara Eropa dan Amerika senantiasa mengawal kepemimpinan negara-negara OKI jangan sampai jatuh ke Indonesia sebagai orang pertama. Sebab, jika sampai dipegang Indonesia apa yang dikhawatirkan negara-negara itu akan menjadikan kenyataan dan tekanan akan semakin keras terhadap Indonesia.
Selengkapnya
Tags: ilmu, Islam
Diposting pada Ilmu Pengetahuan, Teknologi | Tidak ada komentar »
Menuntut Ilmu dalam Islam
Selasa, Februari 17th, 2009“Ketahuilah bahwa tidak ada di antara kalian satu pun yang dilahirkan dalam keadaan berilmu. Dan sesungguhnya ilmu itu diperoleh dengan jalan belajar. Maka jadikanlah dirimu sebagai orang yang ahli ilmu, atau orang yang menuntutnya, atau orang yang mendengarkannya. Belajarlah kalian karena sesungguhnya kalian tidak tahu kapan ilmu itu dibutuhkan,” kata Ibnu Mas’ud.
Adab Menuntu Ilmu
Berikut adab-adab menuntut ilmu yang bersumber dari kitab al-Manhaj as-Sawi karya al-Allamah al-Habib Zein ibn Ibrahim ibn Semith.
-
Ikhlas karena Allah swt
Imam Nawai menulis di dalam muqaddimah kitab Syarh al-Muhadzdzab, “Semestinya seorang pelajar membersihkan hati dari kotoran agar layak menerima ilmu dan menghafalnya dan mendapatkan buahnya.”
Tags: ilmu
Diposting pada ilmu | Tidak ada komentar »
Hukum Nun Mati (نْ) atau Tanwin ( ً ٍ ٌ)
Selasa, Februari 17th, 2009- Idzhar (jelas atau tampak); adalah menyatakan bacaan nun mati (نْ) atau tanwin ( ً ٍ ٌ) dengan jelas. Huruf idzhar ada 6 disebut huruf halqi yaitu غ خ ح ع ﻫ أ
- Idgham (memasukkan); adalah memasukkan nun mati (نْ) atau tanwin ( ً ٍ ٌ) ke dalam huruf sesudahnya yaitu huruf-huruf idgham.
- Idgham bighunnah (memasukkan dengan dengung); dengan ditahan selama satu alif atau dua harakat. Huruf-huruf idgham bighunnah adalah ي م ن و
- Idgham bilaghunnah (memasukkan tanpa dengung); tanpa ditahan. Huruf-huruf idgham bilaghunnah adalah ر ل
Catatan: Bila nun mati (نْ) atau tanwin ( ً ٍ ٌ) bertemu dengan huruf-huruf idgham pada kata yang berbeda maka harus dibaca idzhar
Tags: ilmu, Nun Mati, Tajwid, Tanwin
Diposting pada Tajwid | Tidak ada komentar »
Hukum Mad
Selasa, Februari 17th, 2009Mad artinya memanjangkan suara suatu bacaan.
- Mad Ashly (asal)/ Thabi’y; terjadi apabila:
- Huruf berbaris fathah (ً ) bertemu dengan alif (ا)
- Huruf berbaris kasrah (ٍ ) bertemu dengan ya mati (يْ)
- Huruf berbaris dhammah (ٌ ) bertemu dengan wau mati (وْ)
Tags: ilmu, mad, Tajwid
Diposting pada Tajwid | Tidak ada komentar »
Rabu, 04 November 2009
Jessica adalah warga negara Amerika Serikat keturunan Filipina. Usianya 25 tahun. Ia tinggal di Tucson, Arizona.
Untuk diketahui, Jessica dilahirkan tanpa lengan. Orangtuanya tentu terkejut dan sedih dengan keadaannya. Namun mereka tidak putus asa. Mereka bisa menerima keadaan itu dan mengajari anak perempuannya hidup mandiri. Kedua kaki Jessica diajari melakukan banyak hal, antara lain untuk menggantikan fungsi kedua lengannya.
Bagaimana dengan Jessica? Awalnya, ia merasa malu, takut, dan tidak percaya diri. Sebab, keadaan fisiknya berbeda dengan orang lain. Untunglah, ia memiliki keluarga, teman-teman, dan guru yang luar biasa. Mereka menerima keadaannya dan mendukungnya.
"Aku ingat saat pertama kali akan tampil di panggung untuk pertunjukan tari. Aku malu dan khawatir semuanya tidak akan berjalan lancar. Jadi, aku bilang ke guruku, ‘Tolong tempatkan aku di barisan paling belakang'. Guruku berkata, ‘Tidak ada barisan belakang!'" Pertunjukan itu sukses dan Jessica terpacu untuk menjadi seorang penari.
Seorang pilot pesawat tempur yang tergabung dalam aksi amal Wright Flight juga berjasa. Ia menawari Jessica, yang awalnya takut terbang dan ketinggian, untuk belajar menerbangkan pesawat padanya. Awalnya, Jessica menolak. Namun pilot itu terus memaksa dan bilang bahwa Jessica akan menyukai terbang dan berada di atas awan. Akhirnya Jessica menerima tawaran itu dan menganggapnya sebagai salah satu tantangan terbesar dalam hidupnya. Kini Jessica sudah mengantongi lisensi pilot.
Atas semua kesuksesannya yang luar biasa itu, Jessica berkata, "Banyak hal yang tidak bisa dilakukan oleh seorang penyandang cacat. Namun saya tidak pernah mengatakan, ‘Saya tidak bisa'. Jika belum sukses dalam melakukan suatu hal, saya selalu mengatakan, ‘Saya belum berusaha keras!' Saya juga berusaha beradaptasi dengan dunia yang memerlukan dua lengan ini".
Kini, apa target Jessica? "Masih ada banyak hal di daftar keinginan saya. Hmmm... saya ingin bisa mengepang rambut dan memanjat tebing!" Ia juga ingin mengajari banyak hal pada orang-orang yang senasib dengannya. Mereka mungkin merasa kurang percaya diri, namun Jessica selalu menyemangati mereka dengan berkata, "Sayalah bukti bahwa Anda juga bisa melakukan banyak hal!"
Sunday, December 28, 2008
Jessica Cox-Pictures




Jumat, 02 Oktober 2009
kota mekkah
Mekkah
Mekkah atau Makkah al-Mukarramah,atau juga dikenal dengan nama Makkah adalah kota utama di Arab Saudi yang merupakan kota tujuan utama kaum muslimin dalam menunaikan ibadah haji. Di sana terdapat bangunan utama Ka'bah yang merupakan patokan arah kiblat untuk shalat kaum muslimin di seluruh dunia serta prosesi Ibadah haji. Keutamaan kota Mekkah selain tempat lahirnya Nabi Muhammad SAW juga terdapat Masjidil Haram dengan Ka'bah di dalamnya. Dari Abu Dzar Al-Ghifari RA diriwayatkan bahwa dia bertanya kepada Rasulullah SAW, " Wahai Rasulullah, Masjid apakah yang dibangun pertama kali di muka bumi ini ??, Rasulullah menjawab, "Masjidil Haram". Lalu Masjid apa lagi ?? tanyaku kembali. Beliau menjawab " Masjidil Aqsha" . Berapa lama antara keduanya ?? tanyaku lagi, 40 tahun kata Rasulullah.
KEUTAMAAN-KEUTAMAAN MEKKAH
Diantara keutamaan-keutamaan Mekkah ialah karena Allah SWT telah memilihnya sebagai:
1. Tempat dibangunnya Rumah Allah ( Baitullah )
2. Kota kelahiran dan kenabian Muhammad SAW penutup para Rasul
3. Tempat beribadah para hambaNya serta adanya kewajiban atas mereka untuk mengunjunginya, baik dari jauh maupu dekat
4. Tempat yang dijadikan Allah SWT sebagai Tanah suci yang aman, tidak boleh ada pertumpahan darah
5. Tempat yang mustajab untuk; barangsiapa berdoa didalamnya, maka Allah akan mengabulkannya
1. Makkah
"Dan Dialah yang menahan tangan mereka dan (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dan (membinasakan) mereke ditengah kota Mekkah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka") QS Al Fath 48:24
2. Bakkah,
" Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia" QS Al Imran/ 3:96
Ada 4 pendapat mengenai Bakkah,yaitu
- Bagian bumi dimana terdapat Ka'bah
- Sekitar Baitullah
- Masjidil Haram dan Ka'bah karena Makkah ialah nama untuk daerah haram (daerah suci) seluruhnya
- Bakkah atau Makkah sama saja
3. Ummul Qura (Perkampungan Tua)
" Dan ini (Al-quran) adalah kitab yang telah kami turunkan yang diberkahi;membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang disekitarnya" QS Al An'am/6;29 disebut juga dalam surat Al Syura " Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al quran dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekkah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka"
4. Al Balad (Negeri)
"Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata " Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala" QS Ibrahim/14;35
Dalam surat lain disebutkan "Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekkah) dan kamu (Muhammad) bertempat dikota Mekkah ini" QS Al Balad/90;1-2
5. Al Balad al Amin (Negeri yang aman)
"Dan demi kota (Mekkah) ini yang aman" QS At Tiin/95;3. Menurut Ibn Al-Jauzi bahwa orang yang merasa takut pada masa jahiliyah dan pada masa Islam akan aman berada dalam Mekkah dan orang Arab jika mengatakan kepada sesuatu yang dapat memberikan keamanan menyebutnya dengan 'Al amin'
TANAH HARAM, sampai tahun 8H (623M) Mekkah masih boleh ditempati atau dikunjungi oleh orang nasrani, Yahudi, non muslim lainnya. Tetapi karena orang-orang kafir banyak melakukan tindakan munafik, ingkar janji dan memusuhi serta menodai syiar Islam maka pada tahun 9H berdasarkan firman Allah SWT mereka sama sekali dilarang masuk Mekkah. Firman Allah tersebut berbunyi :
“ Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini (9H)” Q.S. At Taubah ayat 28
KAWASAN TANAH SUCI
- Tan'im : 7.5 Km
- Nakhlah : 13 Km
- Adlat Laban : 16 Km
- Ji'ranah : 22 Km
- Hudaibiyah : 22 Km
- Arafah : 22 Km
Pada masa selanjutnya Mekkah berada di bawah administrasi khalifah yang berpusat di Madinah, serta para raja yang saat itu berkuasa di Damaskus (Dinasti Ummayyah), Baghadad (Dinasti Abbasiyah) dan Turki (Usmaniyah) yang ketika itu di bawah Syarif Hussein. Kemudian disatukan di bawah pemerintahan Arab Saudi oleh Abdul Aziz ibnu Saud sampai sekarang yang merupakan pelayan kedua kota suci.
OBJEK ZIARAH DI MEKKAH, objek ziarah di kota Mekkah adalah Jabal Rahmah, Jabal Nur, Gua Hira, Masjid jin, Masjid Mina, Jiranah (tempat miqat nabi setelah perang Hunain), Tan’im (tempat miqat Siti Aisyah), Wadi fatwa (tempat pembibitan kurma, kembang dan sungai), Sumur Zubaidah yang dibangun oleh istri Harun Al Rasyid, dan Hudaibiyah (tempat perjanjian hudaibiyah). Di Mekkah para jamaah bebas berkeliling di masjid jin, Jabal Qubais, Tan’im, Jiranah dll.
Selain Mekkah, kota atau daerah yang digunakan dalam peribadatan haji yakni Mina, Muzdalifah dan Arafah, kemudian terdapat juga kota atau daerah yang digunakan para jemaah haji untuk memulai prosesi haji antara lain Bir Ali yang berada di luar kota Madinah sebagai patokan jamaah yang berasal dari Madinah, serta Qarnul Manazil atau Yalamlam bagi jemaah haji yang masuk dari arah Yaman.
Dilihat dari tata letak benua, jelas bahwa Baitullah yang berada di Mekah benar-benar terletak di tengah-tengah bumi, yang mana jarak dari tiap – tiap benua relative sebanding.Sehingga bila ditinjau dari perjalanan dan perbedaan waktu pada setiap tempat dimanapun keberadaannya dengan waktu Saudi/Mekkah maka orang-orang melakukan sholat fardhu lima waktu akan sambung menyambung seiring dengan perputaran bumi sebagai perhitungan waktu.
SEJARAH DAN KENANGAN Di negeri ini, Mekkah, terdapat banyak kenangan historis yang terukir, sejak zaman Nabi Adam hingga masa Nabi terakhir, Muhammad SAW. Di Negeri ini pula tersimpan kenangantentang Nabi Ibrahim dan putranya Ismail. Di negeri ini, juga terdapat banyak kenangan yang membawa seseorang mulim berinteraksi langsung dengan masa kecil, remaja, masa muda, dan pengangkatan Nabi Muhammad serta dakwah yang beliau jalankan. Di sana, di atas sebuah bukit, terdapat gua Hira yang menjadi saksi turunnya wahyu pertama, sebagi permulaan menyebarnya cahaya Islam ke seantaro dunia, membawa petunjuk bagi segenappenghuni bumi dan menjadi awal perkembangan Islam. Di negeri ini pula, tersimpan kenangan tentang orang-orang hebat di masa permulaan Islam Abu Bakar, yang merupakan represntatif golongan laki-laki dewasa. Sedangkan dari golongan sahaya diwakili oleh Zaid bin Haritsah. Dari golongan anak-anak diwakili Ali bin Abi Thalib, dan dari kalangan wanita adalah Khadijah, serta beribu kenangan tentang pada sahabat lainnya yang hidup di Tanah Mekkah, seperti Bilal dan keluarga Yasir. Tidak bisa dilupakan juga keberanian Abdullah bin Mas'ud, tatkala dia dengan tegarnya memperdengarkan surat Ar-Rahman di hadapan pada pemukan Quraisy. Di kota Mekkah inillah terjadi pergulatan pertama antara yang hak dan yang batil. Bukankah di antara pihak yang batil itu terdapat banyak berhala yang menjadi Tuhannya kaum quraisy ?. Tapi mengapa Hubal akhirnya roboh, begitu juga dengan latta dan Manna yang terguncang dahsyat, dan semuanya tak mampu berbuat apa-apa, kalah telak di hadapan kebenaran ?, itulah bukti keagungan Allah SWT dalam firmanNya : " Dan Katakanlah : Yang benar telah datang dan yang batil telah leyap. " Sesungguhnya yang batil ituadalah sesuatu yang pasti leyap ( QS. : 81 )"
"Jikalau tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya yaitu ketika orang-orang kafir mengeluarkannya sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, diwaktu dia berkata kepada temannya Janganlah berduka cita, Sesungguhnya Allah bersama kita. Maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya dan membantunya dengan tentera yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang kafir itulah yang rendah.
Senin, 20 Juli 2009
Bom Bunuh Diri
Mengapa orang mau menjadi pengebom bunuh diri?
Bunuh diri (suicide yang berasal dari bahasa Latin sui caedere, yang juga berarti ’bunuh diri’) adalah sebuah tindakan mengakhiri hidup dirinya sendiri. Agama apa pun memandang tindakan itu dosa dan bila dilihat dari kacamata hukum adalah sebuah kejahatan. Akan tetapi, beberapa budaya memandang tindakan itu sebagai cara terhormat untuk keluar dari situasi yang tanpa pengharapan atau memalukan.
Kematian menjadi tujuan utama dari tindakan bunuh diri dan bukan hanya merupakan konsekuensi yang hampir pasti. Karena itu, peledakan bom bunuh diri lebih dipandang sebagai peledakan bom ketimbang bunuh diri. Itulah sebabnya, ada yang menganggap dan bahkan berkeyakinan bahwa aksi bom bunuh diri adalah pengorbanan diri, sebuah kematian suci.
Ada banyak alasan mengapa seseorang memutuskan menjadi pengebom bunuh diri: bisa karena alasan agama, politik, kekecewaan mendalam, kebencian yang teramat sangat, rasa malu, balas dendam, nasionalisme etnik, masalah ekonomi, dan juga karena alasan keuangan. Setiap faktor itu dapat memainkan peran, bergantung pada kultur kelompok dan apa yang diharapkan dari kultur itu.
Misalnya, orang-orang Palestina mau menjadi pengebom bunuh diri karena alasan nasionalistik dan balas dendam. Tindakan mereka adalah bagian dari perjuangan melawan Israel. Bagi kaum perempuan Palestina, merupakan bentuk dari perjuangan untuk bisa berdiri sejajar dengan pria (Barbara Victor, Army of Roses, Inside the World of Palestinian Women Suicide Bombers). Jadi, perjuangan untuk pembebasan Palestina adalah bagian dari perjuangan kaum perempuan untuk memperoleh kebebasan.
Selasa, 30 Juni 2009
Materi ceramah
Rasulullah saw. telah bersabda:
Siapa saja yang berpuasa pada [...]
Bacalah apa yang Telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-Kitab (Alquran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ankabut [29]: 45)
Ayat di atas begitu eksplisit menjelaskan adanya keterkaitan antara shalat dan perilaku [...]
Alhamdulillah, tamu agung dengan membawa berjuta-juta keuntungan itu datang lagi. Tamu agung yang sangat istimewa segera menjelang menghampiri ruh-ruh yang rapuh terobsesi oleh api dunia yang membakar menghauskan.Kedatanganmu kami tunggu wahai syahrul mubarok. Datanglah untuk menghapus dahaga iman dan jiwa kami, datanglah untuk membelenggu kedurjanaan, datanglah untuk menghapus duka nestapa disebsbkan oleh perihnya hati menapaki [...]
Rabu, 10 Juni 2009
Kisah Umar bin Khattab
| UMAR BIN KHATTAB |
Aku meminta kepada Allah untuk menyingkirkan penderitaanku.
Allah menjawab, Tidak.
Itu bukan untuk Kusingkirkan, tetapi agar kau mengalahkannya.
Aku meminta kepada Allah untuk menyempurnakan kecacatanku.
Allah menjawab, Tidak.
Jiwa adalah sempurna, badan hanyalah sementara.
Aku meminta kepada Allah untuk menghadiahkanku kesabaran.
Allah menjawab, Tidak.
Kesabaran adalah hasil dari kesulitan; itu tidak dihadiahkan, itu
harus
dipelajari.
Aku meminta kepada Allah untuk memberiku kebahagiaan.
Allah menjawab, Tidak.
Aku memberimu berkat.Kebahagiaan adalah tergantung padamu.
Aku meminta kepada Allah untuk menjauhkan penderitaan.
Allah menjawab, Tidak.
Penderitaan menjauhkanmu dari perhatian duniawi dan membawamu mendekat
padaKu.
Aku meminta kepada Allah untuk menumbuhkan rohku.
Allah menjawab, Tidak.
Kau harus menumbuhkannya sendiri, tetapi Aku akan memangkas untuk
membuatmu berbuah
Aku meminta kepada Allah segala hal sehingga aku dapat menikmati
hidup.
Allah menjawab, Tidak.
Aku akan memberimu hidup, sehingga kau dapat menikmati segala hal.
Aku meminta kepada Allah membantuku mengasihi orang lain, seperti Ia
mengasihiku.
Allah menjawab.. Ahhh, akhirnya kau mengerti.
HARI INI ADALAH MILIKMU JANGAN SIA-SIAKAN .
Bagi dunia kamu mungkin hanyalah seseorang, Tetapi bagi seseorang kamu
adalah dunianya
God Bless You AllBlog arja
Jumat, 29 Mei 2009
Dakwah
Astaghfirullaahal Azhiim
… angkuh, kafir, dan menyembelih unta mukjizat yang tidak boleh diganggu, maka dilanda dahsyatnya bermacam-macam azab, seperti disebutkan dalam surat Al-A’raaf: 77-79.
Kaum Nabi Nuh as. diazab, ditenggelamkan dengan banjir bandang karena kekafiran mereka, hingga salah seorang anak Nabi Nuh sendiri (bernama Kan’an) pun turut tenggelam karena keinkarannya, seperti disebutkan dalam surat Huud : 41-44.
Kaum Nabi Luth as. terlibat praktek penyimpangan seksual –hubungan sejenis– sehingga …
Hal-hal Yang Merusak Tauhid
… petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”
c) Macam-macam Syirik: Ada dua macam syirik: (a) Syirik besar (b) syirik kecil. Masing-masing dari kedua macam ini mempunyai dua dimensi: zhahir (nampak) dan khafiy (tersembunyi). Marilah kita bahas satu-satu persatu dari kedua macam syirik tersebut.
Pertama, Syirik besar (Asy Syirkul Akbar), yaitu tindakan menyekutukan Allah dengan makhluk-Nya. Dikatakan syirik besar karena dengannya seseorang …
Saatnya Kembali Kepada Allah
Rasanya bangsa Indonesia tidak lepas didera berbagai bencana, sampai hari ini, silih berganti. Belum selesai penanganan musibah yang satu, muncul baru musibah yang sebelumnya tidak pernah kita duga. Sebagaimana dalam iklan banner dakwatuna kita, begitu banyak contoh musibah tersebut.
Hakekat Musibah
Sudah menjadi sunnatullah, bahwa manusia di muka bumi pasti diuji dengan berbagai hal. …
Bercermin Pada Soliditas Sahabat
… sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al-Baqarah: 214)
Ayat ini dan ayat-ayat yang senada dengannya dapat ditemukan pada tiga tempat dalam Al-Qur’an, yaitu surah Ali Imran: 142 yang berbunyi, “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk …
Fitnah Dajjal
Kita sekarang berada di akhir zaman. Kiamat sudah dekat. Salah satu tanda kiamat adalah munculnya Dajjaal. Ada Dajjaal yang sebenarnya sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih, dan ada pula anak buah Dajjaal atau orang-orang yang memiliki karakter seperti Dajjaal. Keduanya senantiasa menimbulkan fitnah, kerusakan, dan penyesatan. Proyek perusakan dan penyesatan mereka, kadang begitu …
Perjalanan Hidup Manusia
Kehidupan manusia merupakan perjalanan panjang, melelahkan, penuh liku-liku, dan melalui tahapan demi tahapan. Berawal dari alam arwah, alam rahim, alam dunia, alam barzakh, sampai pada alam akhirat yang berujung pada tempat persinggahan terakhir bagi manusia, surga atau neraka. Al-Qur’an dan Sunnah telah menceritakan setiap fase dari perjalanan panjang manusia itu.
Al-Qur’an …
Ikhtilaf
… lihat (Shad:26), (Al-Mu’minun:71) dan Al-An’am:116)
Adapun pembagian hawa nafsu bermacam-macam sebagaimana sumbernya juga beragam, namun jika keseluruhannya tertuju dan kembali pada “Hawa nafsu dan kecintaan pribadi” maka hal tersebut akan menumbuhkan banyak kesalahan dan penyimpangan, dan manusia tidak akan terselamatkan darinya sehingga dirinya selalu dihiasi dari menyimpang pada kebenaran dan membawanya pada kesesatan sampai pada akhirnya kebenaran menjadi bathil dan ke …
Sabtu, 23 Mei 2009
Kisah-Kisah Teladan
Archive for the ‘Tokoh Islam’ Category
Shaykh ‘Abdul-’Azeez Ibn ‘Abdullaah Aal ash-Shaykh
Posted by redaksi On 7 May 2009 No Commented
He is the noble Shaykh ‘Abdul-’Azeez Ibn ‘Abdullaah Ibn Muhammad Ibn ‘Abdul-Lateef Aal ash-Shaykh. He was born in Riyadh in 1362 A.H./1941 C.E., and since his birth he suffered from weak eyesight, until he lost his sight altogether in 1381 A.H./1960 C.E.
Abbas bin Abdul Muththalib
Posted by redaksi On 25 April 2009 one Commented
“Hai Nabi, katakanlah kepada tawanan-tawanan yang ada di tanganmu, jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil darimu dan dia akan mengampuni kamu. Dan, Allah Maha Pemgampun lagi Maha Penyayang”. (Q.,s. al-Anfaal : 7)
Menurut beberapa orang ahli tafsir, ayat tersebut diturunkan berkenaan dengan [...]
Shaykh Muhammad Saalih al-Munajid
Posted by redaksi On 13 April 2009 No Commented
He was born on 30/12/1381 AH. He completed his elementary, middle and secondary schooling in Riyaadh, and completed his university studies in al-Dahran, in the Kingdom of Saudi Arabia.
‘Urwah Bin Az-Zubair
Posted by redaksi On 20 March 2009 4 Commented
(Kakinya Dibuntung Dengan Gergaji, Karena Menolak Khamar Dan Bius)
“Barangsiapa ingin melihat seseorang dari ahli Surga, hendaklah ia melihat ‘Urwah bin az-Zubair” (Abdul Malik bin Marwan)
Baru saja matahari sore itu memancarkan sinarnya di Baitul Haram dan mempersilahkan jiwa-jiwa yang bening untuk mengunjungi buminya yang suci tatkala sisa-sisa para sahabat Rasulullah SAW dan para pembesar tabi’in [...]
Abbad Bin Bisyir
Posted by redaksi On 5 March 2009 No Commented
SELALU DISERTAI CAHAYA ALLAH
Ketika Mush’ah bin Umeir tiba di Madinah-sebagai utusan dari Rasulullah shallallahu alaihi wasalam untuk mengajarkan seluk beluk Agama kepada orang-orang Anshar yang telah bai’at kepada Nabi dan membimbing mereka melakukan shalat, maka’Abbad bin Bisyir radhiallahu anhu adalah seorang budiman yang telah dibukakan Allah hatinya untuk menerima kebaikan. la datang menghadiri majlis Mush’ab [...]
Ibnu Taymiyah
Posted by redaksi On 23 October 2008 5 Commented
Taman rindang itu dipenuhi beraneka tanaman. Bunga-bunga mewangi, sementara buah ranum menyembul disela-sela dahannya yang rimbun. Disatu pojok, sebatang tunas tumbuh dan berkembang dengan segarnya. Batangnya kokoh, rantingnya dihiasi pucuk-pucuk daun lebat dengan akar terhujam kebumi. Tunas itu khas. Ia berada ditempat yang khas. Jika fajar menyingsing sinar mentari menerpa pucuk-pucuknya. Ketika siang menjelang ia [...]
Ibnu Katsir
Posted by redaksi On 11 September 2008 one Commented
Nama Lengkap
Nama lengkap beliau adalah Abul Fida’, Imaduddin Ismail bin Umar bin Katsir al-Qurasyi al-Bushrawi ad-Dimasyqi, lebih dikenal dengan nama Ibnu Katsir. Beliau lahir pada tahun 701 H di sebuah desa yang menjadi bagian dari kota Bashra di negeri Syam. Pada usia 4 tahun, ayah beliau meninggal sehingga kemudian Ibnu Katsir diasuh oleh pamannya. Pada [...]
Al Imam Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah
Posted by redaksi On 4 August 2008 2 Commented
Beliau dilahirkan di Samarqand dan dibesarkan di Abi Warda, suatu tempat di daerah Khurasan.
Tidak ada riwayat yang jelas tentang kapan beliau dilahirkan, hanya saja beliau pernah menyatakan usianya waktu itu telah mencapai 80 tahun, dan tidak ada gambaran yang pasti tentang permulaan kehidupan beliau.
Sebagian riwayat ada yang menyebutkan bahwa dulunya beliau adalah seorang penyamun, kemudian [...]
Hidayat Nur Wahid
Posted by redaksi On 19 July 2008 6 Commented
Dr. Haji Muhammad Hidayat Nur Wahid, M.A. (lahir di Klaten, Jawa Tengah pada 8 April 1960) adalah Ketua MPR Indonesia untuk periode 2004-2009 dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera dari 21 Mei 2000 hingga 11 Oktober 2004.
Hidayat Nur Wahid menjadi Ketua MPR RI periode 2004-2009 setelah mengalahkan saingannya — Sucipto - dengan selisih dua angka yang [...]
Habiburrahman El Shirazy
Posted by redaksi On 23 April 2008 33 Commented
Habiburrahman el-Shirazy (lahir di Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 30 September 1976) adalah sarjana Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir dikenal sebagai dai, novelis, dan penyair. Karya-karyanya banyak diminati tak hanya di Indonesia, tapi juga negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Brunei. Karya-karya fiksinya dinilai dapat membangun jiwa dan menumbuhkan semangat berprestasi pembaca. Diantara karya-karyanya yang telah beredar [...]
Yusuf Al Qardhawi
Posted by redaksi On 23 June 2007 2 Commented
Lahir di sebuah desa kecil di Mesir bernama Shafth Turaab di tengah Delta pada 9 September 1926. Usia 10 tahun, ia sudah hafal al-Qur’an. Menamatkan pendidikan di Ma’had Thantha dan Ma’had Tsanawi, Qardhawi terus melanjutkan ke Universitas al-Azhar, Fakultas Ushuluddin. Dan lulus tahun 1952. Tapi gelar doktornya baru dia peroleh pada tahun 1972 dengan disertasi [...]
Abah Anom Suryalaya
Posted by redaksi On 23 June 2007 64 Commented
Pendiri Pesantren Inabah, Suryalaya
Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin adalah nama asli Abah Anom. Lahir 1 Januari 1915 di Suryalaya, Tasikmalaya. Ia anak kelima dari Syekh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad, atau Abah Sepuh, pendiri Pesantren Suryalaya. Sebuah pesantren tasawuf yang khusus mengajarkan Thariqat Qadiriyyah Naqsabandiyah (TQN).
Sayyid Muhammad ibn Alawi Al Maliki (1365-1425 H / 2004 M)
Posted by redaksi On 23 June 2007 10 Commented
Sayyid Prof. Dr. Muhammad ibn Sayyid ‘Alawi ibn Sayyid ‘Abbas ibn Sayyid ‘Abdul ‘Aziz al-Maliki al-Hasani al-Makki al-Asy’ari asy-Syadzili lahir di Makkah pada tahun 1365 H. Pendidikan pertamanya adalah Madrasah Al-Falah, Makkah, dimana ayah beliau Sayyid Alawi bin Abbas al Maliki sebagai guru agama di sekolah tersebut yang juga merangkap sebagai pengajar di halaqah [...]
Habib Zain bin Abdullah Al Aidrus (1289 - 1399 H)
Posted by redaksi On 23 June 2007 2 Commented
Kelahiran dan masa kecil beliau Habib Zain bin Abdullah Al-Aidrus, beliau dilahirkan di daerah As-Suweiry (dekat kota Tarim), Hadramaut, pada tahun 1289 H. Ayah beliau Al-Habib Abdullah, berasal dari kota Tarim, dan kemudian berhijrah ke kota As-Suweiry dengan beberapa teman beliau atas perintah Al-Imam Al-Habib Thahir bin Husin Bin Thahir Ba’alawy untuk mengawasi gencatan senjata [...]



