Senin, 20 Juli 2009

Bom Bunuh Diri

Blog arja

Mengapa orang mau menjadi pengebom bunuh diri?

Bunuh diri (suicide yang berasal dari bahasa Latin sui caedere, yang juga berarti ’bunuh diri’) adalah sebuah tindakan mengakhiri hidup dirinya sendiri. Agama apa pun memandang tindakan itu dosa dan bila dilihat dari kacamata hukum adalah sebuah kejahatan. Akan tetapi, beberapa budaya memandang tindakan itu sebagai cara terhormat untuk keluar dari situasi yang tanpa pengharapan atau memalukan.

Kematian menjadi tujuan utama dari tindakan bunuh diri dan bukan hanya merupakan konsekuensi yang hampir pasti. Karena itu, peledakan bom bunuh diri lebih dipandang sebagai peledakan bom ketimbang bunuh diri. Itulah sebabnya, ada yang menganggap dan bahkan berkeyakinan bahwa aksi bom bunuh diri adalah pengorbanan diri, sebuah kematian suci.

Ada banyak alasan mengapa seseorang memutuskan menjadi pengebom bunuh diri: bisa karena alasan agama, politik, kekecewaan mendalam, kebencian yang teramat sangat, rasa malu, balas dendam, nasionalisme etnik, masalah ekonomi, dan juga karena alasan keuangan. Setiap faktor itu dapat memainkan peran, bergantung pada kultur kelompok dan apa yang diharapkan dari kultur itu.

Misalnya, orang-orang Palestina mau menjadi pengebom bunuh diri karena alasan nasionalistik dan balas dendam. Tindakan mereka adalah bagian dari perjuangan melawan Israel. Bagi kaum perempuan Palestina, merupakan bentuk dari perjuangan untuk bisa berdiri sejajar dengan pria (Barbara Victor, Army of Roses, Inside the World of Palestinian Women Suicide Bombers). Jadi, perjuangan untuk pembebasan Palestina adalah bagian dari perjuangan kaum perempuan untuk memperoleh kebebasan.

Dengan kata lain, tidak ada penjelasan tunggal: mengapa seseorang menjadi pengebom bunuh diri. Setiap pelaku punya alasan berbeda. Yang pasti, mereka merasa menang dengan tewas sebagai pelaku bom bunuh diri. Inilah yang sulit dipahami akal sehat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar