Jum'at 6 November 2009
Untuk Kalian, Saudaraku!
Sosok da’I bukanlah orang sembarangan yang bias diorbit sebagaimana bisa mengorbitkan sarjana akademis. Da’I adalah sosok manusia yang memiliki seperangkat hiasan pribadi yang spesifik, memiliki sibghoh Islami dalam segala aspeknya. Berikut ini kita akan paparkan seputar perangkat-perangkat da’i sebagai sosok manusia yang spesifik.
Gender: Setara, Sama, Adil?
Kamis, Februari 19th, 2009Selengkapnya
Barat Khawatir Indonesia Pimpin Kemajuan Islam
Kamis, Februari 19th, 2009Kegiatan yang digelar MUI Sumut bekerjasama dengan Ormas Islam dalam rangka menyambut Tahun Baru 1429 Hijriyah dihadiri Kakanwil Depagsu Drs Syariful Mahya Bandar, MAP, Ketua PW Muhammadiyah Sumut Drs Dalail Ahmad, MA, Ketua Al Washliyah Sumut H Nizar Syarif, Rektor UMSU Bahdin Nur Tanjung, PR III UMSU Agus Sani. Sedang penceramah yang tampil Prof Dr Syahrin Harahap, MA (dosen Pascasarjana IAIN Sumut), Dr Haedar Nasir, MSc (PP Muhammadiyah) dan Dr Hasan Bakti Nasution, MA (Sekretaris MUI Sumut).Menurut Malik bin Nabi, kata Nasution, ada dua benua yang berpotensi memimpin kemajuan Islam dunia masa depan yakni Benua India, dan Negara Melayu atau Asia Tenggara seperti Melayu Malaysia, Thailand, Filipina, Brunai dan Indonesia. Namun, di antara keduanya, yang berpeluang itu adalah Indonesia mengingat jumlah muslim yang terbesar di Asia Tenggara adalah Indonesia.Harapan dunia terhadap Indonesia memimpin kemajuan Islam cukup besar dan selama ini keislaman di Indonesia cukup disegani oleh negara-negara Islam lainnya.Nasution menyatakan, negara Eropa dan Amerika Serikat mengkhawatirkan atas kebangkitan Islam di Indonesia, sehingga mereka menggunakan berbagai cara untuk menghancurkannya antara lain melakukan penjajahan seperti yang dilakukan Belanda dan menumbuhkan berbagai aliran sesat.Berkaitan hal itu negara Eropa dan Amerika senantiasa mengawal kepemimpinan negara-negara OKI jangan sampai jatuh ke Indonesia sebagai orang pertama. Sebab, jika sampai dipegang Indonesia apa yang dikhawatirkan negara-negara itu akan menjadikan kenyataan dan tekanan akan semakin keras terhadap Indonesia.
Selengkapnya
Menuntut Ilmu dalam Islam
Selasa, Februari 17th, 2009“Ketahuilah bahwa tidak ada di antara kalian satu pun yang dilahirkan dalam keadaan berilmu. Dan sesungguhnya ilmu itu diperoleh dengan jalan belajar. Maka jadikanlah dirimu sebagai orang yang ahli ilmu, atau orang yang menuntutnya, atau orang yang mendengarkannya. Belajarlah kalian karena sesungguhnya kalian tidak tahu kapan ilmu itu dibutuhkan,” kata Ibnu Mas’ud.
Adab Menuntu Ilmu
Berikut adab-adab menuntut ilmu yang bersumber dari kitab al-Manhaj as-Sawi karya al-Allamah al-Habib Zein ibn Ibrahim ibn Semith.
-
Ikhlas karena Allah swt
Imam Nawai menulis di dalam muqaddimah kitab Syarh al-Muhadzdzab, “Semestinya seorang pelajar membersihkan hati dari kotoran agar layak menerima ilmu dan menghafalnya dan mendapatkan buahnya.”
Hukum Nun Mati (نْ) atau Tanwin ( ً ٍ ٌ)
Selasa, Februari 17th, 2009- Idzhar (jelas atau tampak); adalah menyatakan bacaan nun mati (نْ) atau tanwin ( ً ٍ ٌ) dengan jelas. Huruf idzhar ada 6 disebut huruf halqi yaitu غ خ ح ع ﻫ أ
- Idgham (memasukkan); adalah memasukkan nun mati (نْ) atau tanwin ( ً ٍ ٌ) ke dalam huruf sesudahnya yaitu huruf-huruf idgham.
- Idgham bighunnah (memasukkan dengan dengung); dengan ditahan selama satu alif atau dua harakat. Huruf-huruf idgham bighunnah adalah ي م ن و
- Idgham bilaghunnah (memasukkan tanpa dengung); tanpa ditahan. Huruf-huruf idgham bilaghunnah adalah ر ل
Catatan: Bila nun mati (نْ) atau tanwin ( ً ٍ ٌ) bertemu dengan huruf-huruf idgham pada kata yang berbeda maka harus dibaca idzhar
Hukum Mad
Selasa, Februari 17th, 2009Mad artinya memanjangkan suara suatu bacaan.
- Mad Ashly (asal)/ Thabi’y; terjadi apabila:
- Huruf berbaris fathah (ً ) bertemu dengan alif (ا)
- Huruf berbaris kasrah (ٍ ) bertemu dengan ya mati (يْ)
- Huruf berbaris dhammah (ٌ ) bertemu dengan wau mati (وْ)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar